Tim SPORC Kalbar Ungkap Perdagangan Satwa Online

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 672

Tim SPORC Kalbar Ungkap Perdagangan Satwa Online
BARANG BUKTI – Barang bukti seekor Elang Jawa yang berhasil dimankan Tim SPORC, Rabu (10/5). Elang tersebut, sementara ini dititipkan ke BKSDA Kalbar sebelum dilepasliarkan.
PONTIANAK, SP – Tim Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Penegasan Hukum Kalimantan Barat, Seksi Wilayah III Pontianak, berhasil mengungkap praktik perdagangan satwa dilindungi secara online, Rabu (10/5) di Kabupaten Bengkayang. Dua orang berinisial HS dan GPR, diduga sebagai pelaku berhasil diamankan.   

"Kedua orang yang diduga pelaku ini merupakan warga setempat (Bengkayang). Dan keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Seksi Wilayah III, Balai Gakum Kalimantan, David Muhammad, saat menggelar konferensi pers di markas SPORC, Pontianak, Kamis (11/5).  

David menjelaskan,  pengungkapan perdagangan satwa secara online tersebut dilakukan berawal dari informasi masyarakat setempat. "Informasi tersebut kita tindak lanjuti. Dan pada Rabu (10/5) malam kemarin, kita lakukan penggerebekan. Dapat dua orang pelaku inisial HS dan GPR ini," jelasnya.


 Barang bukti berupa satwa dilindungi, juga ditemukan saat penggerebekan. Satwa tersebut semuanya sudah dikemas dan siap dikirim pelaku ke pemesannya. 
 

Dia merincikan, satwa dilindungi yang siap dikirim pelaku ke pemesan di antaranya, seekor Elang Jawa, seekor Elang Brontok, seekor Elang Walace, seekor anak kucing hutan dan seekor Kukang. 

 "Pemesanan tersebut dilakukan melalui jasa online. Untuk tujuan pengiriman satwa tersebut, masih kita selidiki," katanya.
  Menurut David, praktik perdagangan satwa secara online ini kemungkinan berjaring. Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya akan terus menyelidiki, guna mengungkap dugaan keterlibatan pelaku lain.  

"Kita akan terus menelusuri kemungkinan sindikat lainnya. Terutama soal Elang Jawa ini kenapa bisa ada di Kalbar. Pengakuan sementara pelaku, elang itu didapatnya dari Kota Singkawang. elang-elang itu, akan dijual pelaku dengan harga sekitar Rp3 juta. Namun, kita belum percaya sepenuhnya, akan kita selidiki lagi," paparnya.  

Terhadap barang bukti hasil pengungkapan kasus ini, pihaknya akan menitipkan satwa-satwa langka itu ke Balai Konservasi Sumbedaya Alam (BKSDA) Kalbar. (abd/and)