Panen Padi Sambas Minim Pembeli

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 658

Panen Padi Sambas Minim Pembeli
ilustrasi
PONTIANAK, SP – Hasil produksi padi petani di Kabupaten Sambas yang melimpah ternyata menimbulkan masalah baru. Pasalnya, peningkatan tersebut ternyata tidak dibarengi dengan serapan pembelian padi dari para pedagang.

Anggota DPRD Kalbar, Darso mengatakan, petani di Kabupaten Sambas saat ini dihantui dengan kekhawatiran hasil pertanian mereka yang membusuk karena sejak masa penen beberapa bulan lalu hingga saat ini, belum juga dibeli oleh pedagang yang biasanya berasal dari Kabupaten Kubu Raya dan Sintang.

“Harga jual padi petani sekarang per kilo dihargai Rp3.700, tapi belum juga ada pembeli yang mau mengambil padi milik petani,” katanya, Senin (15/5).

Dengan harga jual padi saat ini, Darso menilai sudah berada di titik terendah jika dibandingkan dengan harga jual pada musim panen sebelumnya. Apalagi, hasil panen yang dihasilkan dalam satu hektare lahan pertanian bisa mencapai delapan hingga 12 ton.

“Harga rendah, hasil pun melimpah, tapi tidak ada yang beli. Petani itu sudah menerapkan sistem pertanian yang disarankan pemerintah, dan memang hasilnya meningkat, tapi jika tidak dibarengi dengan pembeli yang dirugikan pastilah petani,” ujarnya.

Karena itu, legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meminta Pemkab Sambas untuk bisa mencarikan solusi terhadap kendala yang dialami oleh para petani. Salah satunya menyarankan agar Pemkab Sambas berkomunikasi kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) agar mau membeli hasil panen padi petani.

“Pemkab seharusnya bisa peka terhadap masalah petani. Jangan dibiarkan berlarut, jalin komunikasi dengan Bulog agar produksi padi petani bisa dibeli,” tegas dia. Selain itu, Darso juga menyarankan Pemkab Sambas agar dapat lebih pro aktif terhadap rencana dari  Malaysia yang akan menjalin kerja sama pembelian beras dari Kalbar .

“Jangan hanya diam dan menunggu. Kasihan petani kita. Jika memang rencana itu jadi, Pemkab harusnya bisa lebih giat mencari celah, agar hasil pertanian padi petani bisa dibeli oleh Malaysia,” pungkasnya. (jee/and)