Langganan SP 2

Pawai Gawai Dayak dan Aksi Bela Ulama Tertib, Aparat Bekerja Maksimal

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 9150

Pawai Gawai Dayak dan Aksi Bela Ulama Tertib, Aparat Bekerja Maksimal
SALAT BERJEMAAH - Sejumlah massa aksi menggelar salat berjemaah di perempatan Jalan Gajahmada Pontianak, Sabtu (20/5). (Ist/SP)
PONTIANAK, SP - Dua agenda besar yang berlangsung di Pontianak, Sabtu (20/5), berjalan cukup kondusif. Pekan Gawai Dayak ke 32 dan Aksi Damai Bela Ulama 205 berlangsung serentak yang dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI berlangsung dengan damai tanpa ada gangguan keamanan yang berarti. 

Ribuan massa Aksi Bela Ulama awalnya  bergerak dari Masjid Raya Mujahidin sudah tiba di Mapolda Kalbar secara tertib sejak siang sekira pukul 13.30 WIB. Mereka pun disambut dengan dengan arahan pihak keamanan untuk masuk di halaman Polda Kalbar. 

Saat menuju lapangan yang telah disediakan sebagai titik kumpul, sempat terjadi ketegangan. Terpantau ada sekelompok massa yang melakukan pengejaran terhadap anggota pengamanan di lapangan Polda kalbar.  

Beruntung kondisi itu tak sempat berlangsung lama, dan dapat diredam oleh aparat dan Korlap melalui imbauan yang turus di sampaikan.

Sementara, pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-32 di Rumah Radakng, Kota Pontianak, juga berlangsung meriah. Even yang menjadi agenda tahunan ini, dihadiri sejumlah tamu dari luar negeri.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar Cornelis mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk menjadikan even ini sebagai aset budaya yang perlu dilestarikan.

"Pekan Gawai Dayak ini bukan lagi milik masyarakat Dayak, tetapi milik Indonesia sehingga harus dilestarikan. Kalau ini bisa kita jaga bersama dan kita poles dengan baik, tentu bisa menjadi aset bagi daerah dalam mendatangkan turis asing," ujarnya.

Selain beberapa tamu dari Kedubes negara sahabat, tampak PGD dihadiri pul oleh turis dari Australia. Dalam acara pembukaan, perwakilan dari Suku Indian ikut mengisi acara dengan menyanyikan lagu khas mereka.

Cornelis melanjutkan, bahwa dirinya berterima kasih kepada TNI, Polri dan segenap masyarakat Kalbar yang mendukung pelaksanaan PGD sehingga berjalan dengan baik dan aman.

"Mudah-mudahan sampai selesai kegiatan, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena ini agenda Nasional, jadi kalau ada apa-apa jelas kita akan malu, masyarakat sendiri juga yang malu. Makanya harus kita jaga bersama-sama," tutur Cornelis.

Kemudian, masing-masing kontingen melanjutkan gelar pawai dengan rute Jalan Sutan Syahrir, Teuku Umar, Pattimura, Johar lalu kembali ke Rumah Radakng.

Namun rombongan pawai Gawai Dayak menular ketika melewati Jalan Teuku Umar. Warga pun menyaksikan di pinggir jalan. Aktivitas di kawasan itu terhenti sejenak untuk melihat iring-iringan. Banyak yang mengabadikan momen itu lewat ponsel mereka.

Arus kendaraan ramai pelan hingga ketika kurang lebih pukul 14.00 WIB kendaraan pawai terhenti. Jalan yang tetap dibuka untuk umum membuat simpang empat Jalan Gajah Mada arah Jalan Diponegoro macet. Diduga hal itu yang membuat kendaraan terhenti.

Namun di barisan belakang muncul isu ada penghadangan. Peserta gawai pun marah dan mulai turun dari kendaraan. Sambil berteriak mereka menunjuk langit dengan mandau dan senjata tradisional lain yang memang kesatuan pawai. Para warga yang tadinya menonton di pinggir jalan, lari tunggang langgang.

Insiden itu berhasil diredam aparat keamanan dengan selang tak sampai 15 menit. Peserta gawai rombongan belakang yang jumlahnya lumayan banyak, lantas kembali ke kendaraan mereka. Rute gawai yang semula menuju arah Jalan Tanjungpura pun dialihkan ke Jalan Pattimura. Ditembuskan ke Jalan Djohar dan kembali ke Rumah Radakng.

Sekitar pukul 14.30 WIB, massa lain berkumpul di Jalan Gajahmada, tepatnya depan Jalan Ketapang. Sama seperti peserta gawai yang mengucapkan kalimat-kalimat provokatif, mereka juga membawa benda tumpul. Sempat dijaga aparat kepolisian dan TNI, massa tetap ingin menuju simpang Jalan Gajahmada arah Jalan Pattimura. Mereka akhirnya bisa merangsek masuk mesti tiga tembakan peringatan sempat diberikan. Ekonomi di Jalan Gajahmada mati dan toko-toko tutup.

Adanya bantuan personel Brimob Kelapa Dua berhasil menahan massa di simpang Jalan Gajahmada. Setelah kurang lebih 20 menit, mereka kembali ke depan Jalan Ketapang. Di sana mereka bertemu dan bernegosiasi dengan Wakapolda Kalbar.

Dalam kesempatan itu, diungkapkan bahwa telah terjadi pertemuan di Mapolda Kalbar dan perwakilan dari massa Aksi Bela Ulama 205. Pihaknya pun akan bertindak berdasarkan hukum dan perundangan. Dia pun meminta massa menyerahkan semuanya pada Polda Kalbar. Kurang lebih pukul 17.00 massa akhirnya membubarkan diri. (bls/umr/abd)