Edi Kamtono Minta Tak Ada Pedagang ‘Nakal’

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 558

Edi Kamtono Minta Tak Ada Pedagang ‘Nakal’
PILIH BAWANG – Seorang ibu rumah tangga, membeli bawang di Pasar Kemuning, Kota Pontianak, Minggu (21/5). Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta agar pedagang tidak berbuat ‘nakal’ dengan menimbun barang dagangan jelang Ramadan.
PONTIANAK, SP – Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta pedagang dan produsen kebutuhan pokok tidak menimbun barang jelang Ramadan tahun ini. Tiap jelang puasa dan Lebaran, memang kerap dimanfaatkan oknum untuk mencari kesempatan. Menahan dagangan dan menjualnya ketika harga tinggi.

“Tapi yang degil sudah timbun barang dari sekarang, itu tidak boleh. Kita fungsi dari pemerintah, TPID selalu mengontrol ketersediaan stok barang dan harga. Karena ketersediaan pasti ada keterkaitan dengan hukum ekonomi,” katanya, Minggu (21/5).

Momentum hari raya keagamaan memang kerap dijadikan kesempatan untuk menambah pundi rupiah. Hal ini pun tak lepas dari kebiasaan harus belanja dan makan enak di hari tersebut. kebiasaan ini menurut Edi Kamtono, terpengaruh dari suasana yang beda dari hari biasanya.

“Sekarang karena cuaca belum musim kemarau, produk pertanian masih bagus dan cuaca di laut tidak pengaruhi transportasi, saya rasa tidak akan pengaruhi gejolak harga,” imbuhnya. Namun yang harus diperhatikan, aktivitas di pasar selama Ramadan pasti akan penuh.

Dalam waktu dekat dia akan mengajak Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan untuk turun melakukan pengecekan pasar. Pasar harus siap penampung volume konsumen yang diyakini meningkat. Paling penting, kebersihan harus diperhatikan.

Jika tak terkontrol, akan timbul keluhan masyarakat. Seperti kotor, bau dan lain sebagainya. “Padahal pasar yang kita bangun sudah luar biasa, tapi memang yang berkunjung ke pasar lebih besar volumenya ketika jelang hari raya,” sebutnya. Tak hanya itu, dia meminta dinas dan instansi terkait terus bersinergi dan cepat bertindak. Apalagi jelang Lebaran, barang-barang dari Malaysia kerap masuk dan beredar di Pontianak.

Pasar yang ramai membuat orang dengan berbagai cara ingin mengambil keuntungan. Dia pun meminta Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia, turut membantu pemerintah dalam melindungi masyarakat. “Si pengusaha saja dilindungi, ada asosiasi, nah masyarakat juga harus dilindungi,” ungkapnya.

Kenaikan harga, dikatakannya boleh saja asal masih dalam batas wajar. Biasanya komoditi telur yang akan merangkak naik jelang Lebaran. “Biasanya operasi pasar dilakukan agar harga tidak liar. Naik sedikit selama wajar tak apa, kadang masyarakat juga latah, kalau masyarakat biasa saja, mungkin tidak naik tinggi,” tutupnya.

Satu di antara pemilik agen sembako di Jalan Kapten Marsan, Pasar Kapuas Indah, Frenki (39) mengatakan hingga saat ini stoknya masih aman. Selama bekerja sama dengan Bulog, dia yakin tak ada yang perlu dikhawatirkan. Barang sembako seperti gula, beras dan minyak goreng diungkapkannya akan cukup jelang Ramadan. Dia mengatakan, permintaan memang bertambah tiap jelang hari raya.

Penentuan harga sendiri tergantung harga dari luar negeri lantaran komoditasnya dikirim dari luar. Tapi semua kembali lagi ke permintaan dan ketersediaan. “Saya sepertinya agak pesimis kalau kali ini harga naik, ya gimana ya, pemerintah kita sudah siap,” ucapnya.

Secara berkala, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak mengunjungi agen sembako yang telah berdiri selama 30 tahun itu, untuk mendata ketersediaan stok. Dia pun menyambut baik upaya yang dilakukan Pemkot tersebut. “Jadi itu makanya saya bilang mereka (pemerintah) sudah siap. Paling tidak, mereka tahu kontribusi kita berapa banyak, stok kita cukup atau tidak, sepertinya harga tidak ada bergejolak,” tutupnya.

Sementara itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Barat, sejak Jumat (19/5) menggelar operasi pasar yang bertujuan untuk mengamankan kebutuhan pokok. Operasi tersebut digelar hingga akhir Idulfitri mendatang.
"Operasi pasar ini kita laksanakan sesuai perintah dalam rangka pengamanan pangan," kata  Kabid Komersil dan Pengembangan Bisnis Bulog Kalbar, Safriza.

Sejumlah komoditas utam, di antaranya beras, gula, telur, minyak goring dan lainnya dijual dalam operasi tersebut. Sementara untuk daging dan bawang, akan dijual mulai pekan ini.   Untuk harga beras medium, dijual paling tinggi per kilo Rp9500. Sementara gula, per kilo hanya Rp12.500. Sementara minyak goreng Rp10.500 per kilo.  

Terkait stok pangan hingga Idulfitri, Rizal mengklaim sangat mecukupi. Menurutnya, untuk beras saja, Bulog mempunyai stok sebanyak 560 ton. Dan masih ada lagi stok kurang lebih 2000 ton yang masih dalam perjalanan.

Stok beras tersebut, sebagian besar pasokan dari daerah Jawa. Sebagian kecil lainnya dari beras lokal Kalbar.
  Di sisi lain, Safrizal juga berani menjamin kualitas beras dalam operasi pasar tersebut. (bls/abd/and)