Pencatatan Akta Kematian Gandeng Yayasan Pemakaman

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 844

Pencatatan Akta Kematian Gandeng Yayasan Pemakaman
ilustrasi
PONTIANAK, SP – Keberadaan Akta Kematian, memang tak sefamiliar Akta Kelahiran. Masih banyak warga di Kota Pontianak, mengabaikan akta tersebut. Padahal, hal ini juga sama pentingnya dengan akta-akta lain yang wajib dimiliki oleh masyarakat.

Guna meningkatkan kesadaran kepemiilikan akta tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Pontianak pun membuat sebuah terobosan. Yayasan-yayasan pemakaman akan digandeng untuk memudahkan kepengurusan pencatatan kematian.
Dari empat target standar layanan, yakni e-KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan Akta Kematian, yang terakhir disebut jadi yang terkecil.

“Kita lebih mengedepankan pada akta kematian, kita akan sosialisasi ke depan kerja sama dengan yayasan pemakaman. Jadi untuk akta kematian ini katakanlah masih belum,” kata Kadisdukcapil Pontianak, Suparma, Minggu (21/5).

Suparma menyebutkan, sebagian warga baru akan mengurus akta tersebut ketika sudah membutuhkan. Padahal seharusnya, selang beberapa hari setelah keluarga meninggal, pengurusan akta kematian dilakukan. Akta ini sendiri berguna untuk banyak hal, salah satunya ihwal kepengurusan warisan.

“Banyak yang urus pas waktu mau bikin urusan kewarisan, pokok apa pun, ketika ada keluarga meninggal, lapor ke yayasan biar yayasan mengurus, atau keluarganya urus sendiri,” terangnya. Surat pemberitahuan dan sosialisasi akan diberlakukan di seluruh kelurahan yang memiliki lokasi pemakaman.

Komunikasi lebih lanjut akan segera dilakukan, mengingat pencatatan akta tersebut menjadi salah satu target yang dikejar Dukcapil Pontianak. Keberadaan akta ini akan memudahkan urusan kependudukan dan lainnya bagi keluarga yang ditinggal. Demikian pula bagi almarhum, semisal untuk mengurus badal haji.

Tak hanya untuk pengurusan warisan, akta kematian juga diperlukan dalam pengurusan asuransi dan sebagai bahan validasi data induk kependudukan. Hal ini penting dalam perencanaan pembangunan. Suparma pun meminta warga pro aktif, termasuk para Rukun Tetangga (RT) membantu dalam melaporkan kematian warganya, agar data bisa terus diperbarui.

Urusan akta kematian sendiri sangat mudah. Warga hanya perlu meminta surat keterangan dari RT dan membawanya ke kelurahan. Dengan melengkapi beberapa dokumen lain, pengantarnya bisa langsung dibawa ke Dukcapil Pontianak. Di sana, warga tinggal mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkannya. Paling lama esok hari usai diserahkan, Akta Kematian sudah jadi dan bisa dibawa pulang. (bls/and)