Tren Pelanggaran Lalu Lintas di Pontianak Meningkat

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 943

Tren Pelanggaran Lalu Lintas di Pontianak Meningkat
ilustrasi
PONTIANAK, SP – Selama dua pekan berlangsung, Operasi Patuh 2017 yang digelar jajaran Satlantas Polresta Pontianak, mencatat 1871 pelanggaran lalu lintas. Rata-rata pelanggaran ini,   terkait kelengkapan surat menyurat kendaraan.   Dari jumlah tersebut, sebanyak 1457 pengendara ditilang.

"Sementara  yang dilakukan tindakan peneguruan sebanyak 414 pengendara," ujar Wakil Kepala Satlantas Polresta Pontianak, AKP Slamet Januari, ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/5).  

Jika dibandingkan dengan data hasil operasi tahun lalu, tren pelanggaran lalu lintas tahun ini meningkat. "Untuk peningkatan kasus pelanggaran dari tahun lalu, sekitar 33 persen," katanya.  

Dia menjelaskan, total pelanggaran lalu lintas tahun lalu sebanyak 1406 kasus. Untuk tindakan penilangan berjumlah 1151 Kasus. Dan penindakan pelanggaran yang berupa teguran berjumlah 225 kasus.   Sementara untuk data kecelakaan tahun ini juga meningkat.  

Tahun lalu, hanya terdapat 16 kasus, sementara tahun ini 17. Untuk jumlah korban meninggal dunia tahun lalu, berjumlah tiga orang, sementara tahun ini empat orang.  

“Tahun lalu luka berat tujuh kasus, luka ringan 12 kasus. Tahun ini, luka berat enam kasus, luka ringan tujuh kasus. Jadi dibanding tahun lalu, memang kasus pelanggaran ini meningkat. Kalau kecelakaan meninggal juga naik satu," katanya.
 

Dia mengungkapkan, rata-rata pelanggar lalu lintas tahun ini, merupakan pengendara roda dua yang berkisar 90 persen. Jenis pelanggaran di antaranya kelengkapan surat menyurat dan pelanggaran marka.  

“Sementara mobil yang kita tindak yakni masalah muatan yang melebihi kapasitas. Termasuk tidak pakai sabuk pengaman," katanya. (abd/and)