Warga Batulayang Godok Pariwisata Lokal ‘Bukit Rel’

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 824

Warga Batulayang Godok Pariwisata Lokal ‘Bukit Rel’
MENIMBUN – Sejumlah warga Batu Layang mengisi aksi Bulan Gotong Royong dengan menimbun jalan menuju kawasan Bukit Rel. (Ist/SP)
PONTIANAK, SP – Harapan masyarakat Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara untuk menjadikan kawasan Bukit Rel sebagai sentra pariwisata lokal mendapat titik terang. Setidaknya dalam agenda Bulan Bakti Gotong Royong Kota Pontianak yang digelar 14 Mei 2017 lalu, sejumlah terobosan telah dilakukan warga setempat bersama pemerintah daerah.

Koordinator Forum Penggagas Bukit Rel Betuah, Uray Yudi memaparkan, wacana pembangunan kawasan Bukit Rel disambut cukup antusias oleh warga setempat. “Saat ini kami bersama warga di sini berusaha menunjukkan kalau kita sudah bergerak untuk mewujudkan kawasan wisata Bukit Rel,” kata Yudi, Kamis (25/5).

Dengan antusiasme itulah, Yudi berharap peran pemerintah bisa lebih optimal. Pasalnya, Bukit Rel tidak akan dapat menjadi kawasan pariwisata jika tanpa peran dari tangan pemerintah daerah, khususnya Kota Pontianak. “Ya kami tentu harap Pemkot memperhatikan itu. Dan tidak sekadar wacana, tapi bantu optimal. Karena sambutan warga juga sangat antusisas,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, Bulan Bakti Gotong Royong di Kelurahan Batulayang digelar dengan beberapa agenda. Yakni pada 14 Mei 2017 digelar acara gotong-royong dan penghijauan di Bukit Rel. Serta pada 21 Mei 2017 dilakukan pengurukan atau penimbunan tanah menuju kawasan tersebut.

“Untuk pengurukan tanah itu kami mendapat bantuan batu keras sebanyak 10 dump truk dari Pemkot melalui Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono,” tuturnya.

Menurut dia, membangun infrastruktur menuju Bukti Rel menjadi yang utama. “Jika akses jalan bagus tentu masyarakat akan senang. Lahan tidur akan menjadi bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Mendorong kawasan Bukti Rel menjadi sentra pariwisata lokal tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak di Kecamatan Pontianak Utara, camat, lurah, Danramil, Kapolsek, LPM Kecamatan, LPM Batu Layang, Forum Gotong Royong, UPK Puskesmas, Tim PKK, Gudep Apang Semangai, Purna Paskibraka Indonesia, FKPPI, PT Wilmar, Kreasi Pontianak Utara serta seluruh warga tokoh masyarakat di Batu Layang.

Selain itu, munculnya gagasan untuk membangun kawasan Bukti Rel berawal dari rasa keprihatinan warga dengan kondisi bukit satu-satunya yang ada di Kota Khatulistiwa tersebut.
Sejauh ini, Forum Bukit Rel Betuah telah melakukan pendekatan kepada warga setempat termasuk perangkat aparatur Kelurahan Batu Layang sampai di tingkat Rukun Tetangga (RT) untuk meminta dukungan pemerintah menjadikan kawasan ini sebagai wilayah agro dan ekowisata milik kota. 

“Saat ini kondisi jalannya saja sudah rusak. Akses ke Bukit Rel susah. Malah terkesan menyeramkan,” paparnya.
Maka dari itu, dibutuhkan kepedulian Pemkot agar segera mengembangkan kawasan yang dapat dikatakan ikon Kota Pontianak. “Kita ingin Pemkot peduli ikon kota ini. Jangan sampai terkesan tidak peduli akan sejarah kota,” ujarnya.

Yudi meyakini, selain akan menjadi kawasan wisata alternatif di samping Tugu Khatulistiwa, pengembangan  ini akan mampu mendongkrak perekonomian warga setempat.
“Apalagi jika menjadi agro wisata. Petani setempat akan diberdayakan. Jangan malah jadi kebun sawit,” imbuhnya.

Wacana pengembangan kembali objek wisata Bukit Rel ditanggapi Agus Sutisno, Anggota DPRD Kota Pontianak. “Ada beberapa komunitas sangat peduli dengan objek wisata Bukit Rel, kita harus menerima masukan kawan-kawan di bawah,” kata Agus.

Sebagai warga asli Pontianak Utara, Agus tentu paham betul dengan kondisi Bukit Rel. Menurut dia, Bukit Rel saat ini seperti kawasan wisata terselubung. “Kami sebagai wakil rakyat minta kepada Pemkot untuk memperhatikan ikon wisata tersebut,” ucapnya.

Agus menilai, jika Pemkot mampu mengembangkan Bukit Rel sebagai objek wisata, maka warga Pontianak tidak perlu repot jika ingin menikmati panorama perbukitan. “Kenapa kita mesti ke luar kota untuk liat bukit kalau Pontianak ada wisata sendiri,” jelasnya. Selanjutnya, wacana pengembangan akan dibawa Agus ke DPRD untuk kemudian diwujudkan. Namun tentunya dengan dukungan Pemkot. 

“Pasti akan kita angkat untuk dibawa ke tingkat lebih tinggi. Minimal akan kita bicarakan ke Dinas Pariwisata,” tegasnya. (ang/and)