Dinas Bakal Sidak Pasar Juadah

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 336

Dinas Bakal Sidak Pasar Juadah
MANFAATKAN MASJID – Pasar Juadah memanfaatkan halaman salah satu masjid di Kota Pontianak, Kamis (1/6). Guna memantau keamanan bahan baku penganan di Pasar Juadah, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, bakal menggelar inspeksi menda
PONTIANAK, SP – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi menyebutkan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan yang dijual di Pasar Juadah Ramadan. Sidak tersebut digelar dengan menggandeng Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Barat, Balai Industri dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak dalam waktu dekat ini. "Kami akan menyasar Pasar Juadah yang mulai ramai saat bulan Ramadan ini," ujarnya, Kamis (1/6).

Selain itu, sidak yang digelar nantinya juga akan menyasar pasar modern maupun tradisional. Ini dilakukan guna mencegah masih dijualnya produk makanan yang tidak layak lagi untuk dijual.

Sidak pada Pasar Juadah ini, guna menekan atau melindungi masyarakat dari produk makanan yang mengandung bahan yang tidak dibolehkan. Seperti pengawet formalin, pewarna, termasuk borak, atau ada yang memang tidak paham dengan hal itu.

"Meskipun secara rutin kami telah memberikan sosialisasi kepada pedagang terlebih kepada pembuat produk industri rumahan, untuk menghindari pemakaian bahan dalam pembuatan panganan yang dapat membahayakan konsumen, tetapi pengawasan di lapangan tetap dilakukan," katanya.

Dia menegaskan, jika nanti ketika sidak masih ditemukan makan-makanan yang berbahaya karena terkontaminasi oleh bahan yang dilarang tersebut, pihaknya tentu mengambil langkah tegas guna melindungi konsumen dari bahaya produk tersebut.
Haryadi juga mengimbau masyarakat untuk teliti sebelum membeli berbagai produk makanan kemasan dan kaleng terutama saat Ramadan hingga Idulfitri nanti.

"Ketelitian dalam membeli berbagai produk makanan kemasan dan kaleng sangat dibutuhkan agar tidak dirugikan dan juga menjaga kesehatan," katanya.
Menurutnya, masyarakat sebagai konsumen dalam hal membeli harus cerdas.

“Artinya jangan tergiur dengan harga murah atau pun promo seperti beli dua gratis satu, diskon besar-besaran, tetapi batas kedaluwarsa produk makanan yang dijual tinggal sedikit maupun kondisi makanan yang dijual, kalengnya sudah rusak,” paparnya.

Dia juga mengingatkan agar warga yang menemukan pangan dengan waktu kedaluwarsa tinggal sedikit serta kemasan rusak, agar tidak membelinya. “Karena makanan itu sudah tidak sehat lagi,” pungkasnya. (ant/and)