Kasus Tipikor Meubelair, Penyidik Geledah Kantor IAIN Pontianak

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 563

Kasus Tipikor Meubelair, Penyidik Geledah Kantor IAIN Pontianak
DIPERIKSA- Rektor IAIN Pontianak, Hamka Siregar saat menjalani pemeriksaan di Polresta Pontianak, Rabu (9/11). (SP/Umar Faruq)
PONTIANAK, SP – Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polresta Pontianak, menggeledah ruang kerja Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Rabu (31/5) petang. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari bukti tambahan guna mengungkap jejak keterlibatan Hamka Siregar, atas sangkaan dugaan korupsi pengadaan meubelair Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) IAIN Pontianak.

Penggeledahan ruang kerja IAIN, dipimpin oleh Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Reskrim Polresta Pontianak, AKP Siswandi. Namun demikian, belum diketahui secara pasti hasil penggeledahan tersebut. Sebab, saat proses penggeledahan, para wartawan tidak diberi akses leluasa untuk meliput. Penggeledahan terkesan tertutup.

"Sebenarnya saya juga beban moril. Beliau teman pengajian saya. Tapi saya tetap harus melaksanakan penggeledahan ini," Kata Siswandi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli saat dikonfirmasi, membenarkan penyidiknya menggeledah kantor IAIN Pontianak. Menurutnya, penggeledahan dilakukan untuk melengkapi bukti kasus korupsi, sesuai dengan petunjuk yang diberikan jaksa.

Dia pun menegaskan kasus dugaan korupsi, pengadaan meubelair Rusunawa IAIN Pontianak tetap akan diproses secara tuntas.
"Yang kami lakukan ini merupakan bukti, kasus ini akan terus diupayakan untuk segera diselesaikan," kata Husni, Kamis (1/6).

Sebagaimana diketahui, kasus Tipikor ini telah menyeret lima orang tersangka. Empat orang di antaranya telah menjalani persidangan. Sedangkan satu berkas atas nama tersangka Hamka Siregar, rektor IAIN Pontianak masih terus dilengkapi. Penanganan kasus tersebut bergulir sudah bertahun-tahun.

Penyidik masih kesulitan menyeret Hamka Siregar ke meja hijau. Lantaran berkas perkara tak kunjung lengkap atau P21. Bahkan berkas perkara Hamka sudah dua kali dikembalikan oleh jaksa. (abd/and)