Pelni Siapkan Dua Kapal untuk Mudik

Ponticity

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 408

Pelni Siapkan Dua Kapal untuk Mudik
SIAPKAN KAPAL – Arus mudik Lebaran tahun lalu, seorang warga tampak membeli minuman dari penjual di luar kapal untuk bekal selama perjalanan di laut. Tahun ini, PT Pelni menyiapkan dua kapal motor untuk mengakomodir penumpang yang akan mudik ke Pulau Jawa
PONTIANAK, SP – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Pontianak, Kalimantan Barat, menyiapkan dua kapal motor yakni KM Bukit Raya dan Bukit Lawit untuk angkutan masyarakat yang akan mudik Lebaran ke Pulau Jawa.

"Sebagai antisipasi untuk angkutan mudik Lebaran bagi masyarakat yang merantau ke Pontianak dan Kalbar umumnya, untuk pulang ke kampung halaman di Jawa, kami telah menyiapkan dua KM," kata Kepala Pelni Cabang Pontianak Firdaus di Pontianak, Jumat (9/6).

Dia menjelaskan KM Bukit Raya dan Bukit Lawit tersebut akan melayani dari Pelabuhan Dwikora Pontianak tujuan Semarang dan Surabaya.

"Pelayanan untuk tujuan Semarang dan Surabaya sudah mulai 4 Juni ini. Kami perkirakan puncak arus mudik Lebaran dari Pelabuhan Dwikora Pontianak yakni tujuan Semarang dan Surabaya yatu 17 hingga 20 Juni," ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk harga tiket tidak mengalami kenaikan, yakni dari Pontianak tujuan Surayaba Rp320 ribu/orang, dan Pontianak tujuan Semarang Rp298 ribu/orang.

"Tidak ada kelas dalam kedua KM tersebut, yakni semuanya kelas ekonomi, yaitu masing-masing satu KM mampu mengangkut penumpang sekitar 1.600 orang," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia menambahkan dalam tiga tahun terakhir angkutan transportasi laut dari Pontianak ke Jawa cenderung mengalami penurunan, karena umumnya masyarakat menginginkan cepat sampai.

Firdaus mengimbau, kepada masyarakat yang akan mudik, agar secepatnya membeli tiket, karena pihaknya sudah menjual tiket untuk tujuan dua daerah tersebut.

"Jangan sampai masyarakat membeli tiket ketika akan berangkat, karena dikhawatirkan tiket sudah habis sehingga yang rugi masyarakat yang akan mudik tersebut," katanya.


Penurunan pengguna angkutan laut tersebut juga disampaikan Kepala BPS Kalimantan Barat, Pitono. Dia menjelaskan, dari tahun ke tahun jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri baik datang maupun berangkat dari Kalbar terus mengalami penurunan yang signifikan.

"Penurunan penumpang angkutan laut tersebut seiring peningkatan penggunaan angkutan udara. Saat ini harga tiket pesawat sudah terjangkau dan rutenya juga sudah banyak dari Kalbar. Dengan harga terjangkau dan waktu cepat dibandingkan lewat laut, maka melalui udara menjadi primadona," ujarnya.

Dia merincikan, penurunan penggunaan kapal laut sebagai moda transportasi umum masyarakat sejak 2014 silam. Pada April 2014 penumpang yang datang ke Kalbar mencapai 13.738 orang dan yang berangkat dari Kalbar mencapai 11.686 orang.

Kemudian pada April 2015, jumlah penumpang angkutan laut turun dibandingkan tahun sebelumnya yakni untuk yang datang mencapai 9.321 orang dan yang berangkat haya 6.001 orang.

Pada April 2016, terus mengalami penurunan di mana untuk yang datang hanya 4.773 orang dan yang berangkat yang hanya 4.331 orang.

Selanjutnya di bulan yang sama, April 2017 penumpang angkutan laut terus turun yakni untuk yang datang mencapai 2.115 orang dan yang mencapai 2.800 orang.

"Dari datang yang ada sejak 2014 hingga 2017 di periode yang sama yakni di April, penurunan penumpang yang mengunakan angkutan laut turun drastis yang mencapai kisaran 500 persen. Jumlah penumpang angkutan kapal yang ada tersebut didominasi di Pontianak," katanya.


Sementara itu, untuk pengunaan pesawat udara sebaliknya yakni terus ada peningkatan yang signifikan. Dia mencontohkan pada April 2014, angkutan udara dalam negeri yang datang pada April 2014 mencapai 101.439 orang yang berangkat pada bulan April 2014 mencapai 110.809 orang.

Selanjutnya April 2015 juga mengalami peningkatan yakni yang datang mencapai 101.285 orang dan berangkat 112,534 orang.

"Hanya saja pada April 2016 ada penurunan yakni untuk yang datang sebanyak 52,340 orang dan berangkat pada April 2016 mencapai 56.167 orang.

Namun pada April 2017 ada lonjakan penumpag dari tahun - tahun sebelumnya yakni untuk yang datang mencapai 155.199 orang dan yang berangkat mencapai 161.143 orang," kata dia. (ant/and)