Sektor Pelayaran Marak Pungli

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 524

Sektor Pelayaran Marak Pungli
BONGKAR MUAT – Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Dwikora Pontianak, belum lama ini. Tim Satgas Saber Pungli menyatakan, kasus pungli marak terdapat di sektor pelayaran dan bongkar muat barang. SUARA PEMRED/YODI RISMANA
PONTIANAK, SP – Ketua Satgas Saber Pungli, Irwasda Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Suyata mengungkapkan, selama delapan bulan bekerja, pihaknya berhasil mengungkap 19 kasus praktik pungli.  
"Sampai bulan ke delapan ini, ada 19 kasus OTT. Dengan jumlah tersangka sebanyak 49 orang. Tersangkanya bervariasi. Tapi banyak dari pihak swasta," katanya, Kamis (15/6).  

Dia menjelaskan, beberapa kasus OTT pungli yang ditangani pihaknya, sudah ada yang dalam tahap persidangan. Dan beberapa di antaranya masih melengkapi berkas tahap satu. "Yang masih dilengkapi terkait dengan penambahan saksi dan lain sebagainya," jelasnya.  

Dia Menyebutkan,  rata-rata OTT pungli yang ditangani paling banyak di sektor pelayaran dan bongkar muat. "Selain itu, di sektor pelayanan publik juga ada," ujarnya.

 Pengungkapan 19 kasus OTT pungli  dengan menetapkan 49 tersangka, kata Suyata, merupakan hasil kerja seluruh jajarannya di 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar. 


 
"Dari semua kasus OTT ini, sebagaian diungkap oleh jajaran Satgas Saber Pungli Polres yang ada di kabupaten, komando oleh Wakapolres. Jadi, kasus OTT ini tidak hanya di Pontianak, namun juga terjadi di beberapa daerah," jelasnya.


 Dia menegaskan, pihaknya sangat berkomitmen bekerja dalam memberantas pungli. Sejauh ini tidak ada kendala apa pun yang dihadapi dalam melaksanakan tugas."Tim kita saat ini terus berkerja," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, OTT Tim Saber Pungli Polda Kalbar, pertama kali mengungkap pungli di Pelabuhan Dwi Kora Pontianak belum lama ini.
 

Kasus OTT tersebut menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Di antaranya, Yanuar, Bery Azani dan Januardi alias wardi. Ketiganya adalah mandor Koperasi TKBM. 
Kini, tiga orang ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Pontianak. Kuasa hukum tiga terdakwa, Sumardi M Noor belum lama ini mengatakan bahwa ketiga kliennya tersebut adalah tumbal.
 

Bahkan Suwandi menduga OTT yang menjerat tiga mandor pelabuhan tersebut syarat rekayasa. Pasalnya kata dia, ketiga kliennya hanya melakukan tugas menagih jasa bongkar muat pada PT Adovelin Raharja dari Koperasi TKBM R/D sebesar Rp280.000 saja.  

"Pada saat tertangkap dalam OTT, ketiga klien saya hanya menyodorkan kwitansi Rp280.000, tetapi dalam berkas dakwaan menjadi Rp4 juta. Uang itu itu milik siapa? Apakah mereka melakukan pungli? Karena aturan tarif bongkar muat itu sebenarnya juga telah dibuat dan diberlakukan sendiri oleh Koperasi TKBM Unit RD," katanya.   

Ketua tim penasehat hukum terdakwa, Uspalino menambahkan, tiga kliennya yang saat ini telah menjadi terdakwa pungli seolah merupakan tumbal OTT oleh tim Saber pungli.   

Menurutnya, terdakwa dituduh seolah memeras. Padahal, terdakwa ini bukan memeras terhadap tagihan barang bongkar muat di pelabuhan. Dan apa yang dilakukannya itu semata-mata menjalankan pekerjaannya sebagai mandor Koperasi TKBM.   

"Mereka (terdakwa) ini telah menjalankan penagihan bongkar muat di pelabuhan kepada PT Adovelin Raharja sesuai tarif yang telah ditentukan oleh Koperasi TKBM. Namun oleh korban seolah mereka ini dutuduh meras," katanya. (abd/and)