Pengembangan Wisata Bukit Rel Batulayang Terhambat Masalah Lahan

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 946

Pengembangan Wisata Bukit Rel Batulayang Terhambat Masalah Lahan
MENIMBUN – Sejumlah warga Batu Layang mengisi aksi Bulan Gotong Royong dengan menimbun jalan menuju kawasan Bukit Rel. (Ist/SP)
PONTIANAK, SP – Kawasan Bukit Rel di Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak berpotensi menjadi wisata agro. Topografinya yang berbukit dengan pohon-pohon tua yang hidup sejak ratusan tahun memberi kesan hijau, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Keunikan ini pun diakui oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Namun sayangnya masih terdapat sejumlah kendala jika ingin menjadikannya sebagai lokasi wisata.

“Yang jadi masalah adalah kepemilikan lahan tersebut, sebagian masyarakat sudah mengklaim bahwa sebagian lahan di sana tanah mereka,” ucap Edi Kamtono, kemarin.

Walau jadi satu-satunya bukit di Pontianak, tetap saja menyulap kawasan seluas kurang lebih 12 hektare ini menjadi areal wisata akan tertahan. Areal bukit memang tanah negara, tapi sebagian warga sudah mengklaim lahan di kaki-kaki bukit.

“Sebab kalau ada program dan dana masuk, hambatan tanah ini repot, bisa-bisa batal. Itu yang mau kita sambil data, kita genahkan,” imbuhnya.

Bukit Rel itu sendiri berjarak tak sampai lima kilometer dari Jalan Khatulistiwa. Jalan masuk ke sana sudah tersedia. Sebagian beraspal, sebagian jalan tanah, ke depan tinggal dirapikan. Edi mengungkapkan, dengan segala keunikan yang ada, daerah ini punya potensi lumayan untuk jadi lokasi wisata agro.

“Sebenarnya sekarang pun sudah digunakan oleh komunitas-komunitas muda berkreasi di sana. Kalau yang bukit tanah negara, tapi yang di sekelilingnya, ada di kapling-kapling,” pungkasnya.

Sebenarnya sebagian warga di kawasan itu setuju jika Bukit Rel dijadikan wisata agro. Mereka bahkan mendesak agar Pemerintah Kota Pontianak segera merealisasikannya. Mereka tak ingin, potensi yang ada diabaikan begitu saja.

Koordinator Forum Bukit Rel Betuah, Uray Yudi beberapa waktu lalu bercerita, pendekatan dengan warga dan pihak Kelurahan Batulayang sampai Rukun Tetangga sudah dilakukan. Tujuannya tak lain, menyatukan visi, meminta dukungan pemerintah segera menjadikan kawasan Bukit Rel sebagai agro dan ekowisata kota.

“Kita sudah menjalin pendekatan kepada RT dan RW, agar Bukit Rel ini menjadi tempat wisata. Dan ini tentu butuh dukungan Pemerintah Kota,” ungkap Yudi.

Pihaknya merasa prihatin dengan kondisi Bukit Rel sekarang. Satu-satunya bukit di Pontianak itu seakan diabaikan. Tak tersentuh tangan pembangunan. Padahal, banyak cerita kota yang berpusat di kawasan Bukit Rel tersebut.

“Kondisi jalannya saja sudah rusak, aksesnya jadi susah. Malah terkesan seram,” sesalnya.

Alasan itulah yang membuatnya meminta kepedulian Pemerintah Kota untuk segera mengembangkannya jadi ikon baru Pontianak. Jika jadi dikembangkan, dia yakin wisata agro ini akan jadi lokasi alternatif selain Tugu Khatulistiwa. Ekonomi warga pun diyakininya makin moncer.

“Apalagi jika jadi agro wisata, petani setempat diberdayakan. Jangan malah jadi kebun sawit,” pungkasnya. (bls/ang/and)