Korban Puting Beliung Terima Bantuan Logistik

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 403

Korban Puting Beliung Terima Bantuan Logistik
BANTUAN BENCANA – Pemerintah Kota Pontianak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan bantuan kepada korban bencana angin puting beliung, di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (10/7). Bantuan diharapkan dapat merin
PONTIANAK, SP – Pemerintah Kota Pontianak, memberikan bantuan logistik terhadap korban bencana anging puting beliung yang terjadi pada Sabtu (8/7) malam di kawasan Jalan Harapan Jaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (10/7).   Bencana tersebut memorak-porandakan enam rumah di Kelurahan Kota Baru. Terdapat dua korban yang mengalami luka-luka, namun telah diberikan pertolongan dan sudah kembali ke rumahnya.

Dari keenam rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut, terdapat satu rumah yang kondisinya ambruk, bahkan tak dapat di huni. Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat turun langsung ke lokasi guna menyampaikan bantuan ini.
"Setelah melihat ke lokasi angin puting beliung, kita dari Pemkot memberikan sejumlah bantuan bagi korban yang tertimpa musibah. Dan ini kita berikan bagi mereka yang memang kondisinya sangat memprihatinkan," ujar Edi, usai memberikan bantuan.

Adapun bantuan yang diberikan yaitu berupa bahan bangunan, peralatan rumah tangga, makanan jadi serta kebutuhan pokok lainnya. Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban para korban.
  "Bantuan ini kami berikan bagi korban yang memang benar-benar kondisi rumahnya roboh sama sekali, ada satu rumah, namun yang lainnya masih bisa diperbaiki," kata Edi.
Edi menjelaskan, kondisi rumah yang rusak parah itu lantaran bangunan semi permanen, sehingga mudah rusak. Maka itu,  dia berharap bantuan material yang telah diberikan, dapat digunakan untuk membangun rumah dengan pondasi yang lebih kuat.

"Konstruksi bangunannya harus lebih kuat. Agar bila terjadi angin kencang seng terbang dan rumah juga tidak roboh,terutama atap dan kerangkanya yang harus diperkuat," pesannya.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada warga khususnya di kawasan yang kerap terjadi angin puting beliung agar lebih waspada dan berhati-hati. Sebab bencana alam ini tidak dapat diprediksi.

"Kemudian bagi warga yang menanam pohon yang akarnya sudah tidak kuat supaya dipangkas. Kita memantau dari CCTV yang memang kita pasang di 66 titik untuk mengantisipasi terjadinya bencana, dan melihat apabila ada hujan dan angin kencang yang harus kita waspadai," jelasnya.
Edi memetakan, terdapat beberapa titik rawan yang kerap terjadi angin puting beliung, seperti di kawasan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Utara tepatnya di Jl 28 Oktober, lalu daerah Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur.

"Yang memang merupakan wilayah yang pernah terjadi angin puting beliung. Dan ini harus kita waspadai," pungkasnya.

Sementara itu, Misnawati (23), anak dari Mahadi yang pada saat kejadian angin puting beliung tengah berada di rumah yang kini rusak parah bahkan tak dapat dihuni, mengaku sedih atas musibah ini.
 

"Kebetulan saya bersama saudara saja yang tinggal di rumah. Orangtua saya pada saat kejadian di Teluk Pakedai. Alhamdullilah kondisi kami masih sehat, hanya saja rumah kami tidak dapat dihuni sama sekali karena roboh," ujarnya.

Namun demikian, dia juga bersyukur setelah menerima bantuan dari Pemkot Pontianak. Sebelumnya, pasca kejadian kemarin, dia juga telah mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial.

"Kemarin kami mendapatkan bantuan dari Tagana. Berupa matras dan tenda. Sekarang bantuan logistik serta makanan, yang sangat kami butuhkan. Kami berterima kasih, terlebih wakil wali kota yang mau terjun langsung melihat kondisi kami saat ini," pungkasnya. (ova/and)

Komentar