Tiga Kader Gerindra Berebut Restu Golkar di Pilwako Pontianak

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 965

Tiga Kader Gerindra Berebut Restu Golkar di Pilwako Pontianak
DAFTAR - Wakil Wali Kota Pontianak Edi Kamtono saat mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Wali Kota dari Partai Golkar. (Bls/SP)
PONTIANAK, SP – Tiga orang kader Partai Gerindra, mendaftar pencalonan Wali Kota Pontianak 2018-2023 lewat Partai Golkar, Rabu (12/7). Kader itu adalah Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang tercatat sebagai bendahara DPW Gerindra Kalbar dan mendaftar sebagai calon wali kota.

Kemudian Ketua DPC Gerindra Pontianak, Nauval yang mengambil formulir sebagai calon wali kota. Terakhir, anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi yang mendaftar sebagai wakil wali kota.

Edi Kamtono yang datang bersama mantan Sekda Pontianak, M Akib diantar sejumlah anggota FKPPI datang lebih dulu. Dia sengaja mencari dukungan Golkar yang punya lima kursi di DPRD Pontianak.

Gerindra sendiri memiliki empat kursi, sehingga syarat sembilan kursi untuk mencalonkan wali kota dan wakilnya ke KPU terpenuhi. Sepak terjangnya di birokrat sejak 1992 diyakini sudah banyak diketahui kapasitasnya oleh Golkar.

Usai mendaftar, dia akan menunggu survei yang dilakukan oleh Golkar. Namun hal itu akan dibarengi dengan komunikasi politik pada pimpinan partai. Komunikasi politik jadi bagian penting yang tak bisa dipisahkan.

"Artinya kalau sudah ada kesepakatan dengan cepat, artinya modal utama sembilan kursi sudah didapat. Bisa mendaftar ke KPU," ucapnya.

Edi menerangkan, ada beberapa partai lain yang akan diajaknya koalisi dengan mendaftarkan diri. Sebanyak mungkin, dia ingin mendapatkan dukungan dengan komunikasi. Hanya saja tak asal daftar, semua akan dilihat partai mana yang punya tujuan sama.

Ditanya kriteria wakil, selain sehat jasmani rohani, yang bersangkutan harus punya visi misi sama membangun kota. Edi ingin, wakil yang bisa bekerja keras dan mengimbangi atau melengkapi dalam membangun. Siap siang malam kerja, tidak kenal waktu dan lelah. Ada sejumlah nama yang sudah dilirik tapi enggan dia sebutkan.

"Bisa kerja sama, dan ada kelebihan lain, misalnya diharapkan oleh masyarakat. Wakil bisa laki atau perempuan dari kalangan mana saja," pungkasnya.

Kurang lebih dua jam selang Edi yang datang pukul 13.00 WIB, giliran kader Gerindra lain menyusul. Nauval dan Yandi hadir siang itu untuk mendaftar sebagai calon wali kota dan wakil wali kota.

Dihubungi usai mengambil formulir, Yandi mengatakan dalam Pilkada mendatang, Gerindra harus koalisi. Dia pun menyangkal kedatangan Edi Kamtono sebagai calon wali kota dari Gerindra.

"Pak Edi tidak dari Gerindra, karena tidak ada diantar oleh pengurus. Kalau saya kan diantar oleh Ketua DPC dan semua anggota DPRD Pontianak dari partai Gerindra," ucapnya.

Dia membenarkan bila Ketua DPC Gerindra Pontianak, Nauval juga turut mengambil formulir pendaftaran calon wali kota. Peluang yang ada di Golkar, dimanfaatkan untuk membentuk koalisi.

"Golkar punya lima kursi dan kami Gerindra punya empat kursi, bisa sembilan kursi sebagai syarat," pungkasnya.

Ketua DPD Golkar Pontianak, Hery Mustamin mengatakan, ramainya calon yang mendaftar, membuat pihaknya akan sangat sungguh-sungguh. Nantinya hasil survei partai yang akan menentukan.

"Survei ini kan satu rangkaian proses, tapi komunikasi politik ini juga satu proses yang bisa dilakukan berbarengan," ucapnya.

Golkar memiliki visi misi mendukung apa yang terbaik bagi Kota Pontianak. Jika hasil survei dan masyarakat suka dengan calon yang mendaftar, tak ada alasan untuk tak mendukung. Tinggal bagaimana komunikasi politik dilakukan.

"Kalau sembilan kursi ini didapat, komunikasi politik tentu harus cepat, karena Pilkada tinggal 10 bulan aktif. Apalagi kita ingin ada respon baik di masyarakat. Dan kerja harus cepat," pungkasnya.  (bls)