BNN Awasi Peredaran Narkoba Baru 'Flaka' di Kalbar

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 408

BNN Awasi Peredaran Narkoba Baru 'Flaka' di Kalbar
Ilustrasi Flaka
PONTIANAK, SP – Kepala Badan Nasional (BNN) Kalimantan Barat, Brigjen Pol Nasrullah mengatakan, pihaknya terus memonitor peredaran narkoba jenis baru, yakni flaka yang dikhawatirkan beredar di wilayah Kalbar.

Hal itu menyusul adanya pernyataan Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Budi Waseso yang belum lama ini menyebutkan narkoba jenis baru tersebut sudah masuk ke wilayah Indonesia.

"Kita monitor terus dari Pak Buwas soal flaka yang diindikasikan sudah masuk ke Indonesia," katanya, kemarin.

Dia menyebutkan, pemerintah Indonesia telah menyediakan payung hukum untuk penindakan kasus narkoba jenis baru tersebut. Di antarnya dengan memasukkan flaka ini dalam lampiran Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009.

"Flaka ini, narkoba jenis baru. Dan pemerintah kita sudah mengantisipasi hal ini dengan memasukkan lampiran penindakannya dalam undang-undang itu," jelasnya.

Menurut Nasrullah, flaka merupakan jenis narkoba yang paling keras dibanding jenis narkoba yang ada dan biasa beredar. Bahkan lebih keras dari morfin dan heroin. "100 kali lebih kuat dari morfin dan heroin," katanya.

Nasrullah mengatakan, reaksi yang ditimbulkan oleh pengguna flaka, yakni pengguna tersebut dapat mengalami ilusi berat. Bahkan cenderung seperti orang gila.

"Pengguna flaka ini, tidak merasakan sakit, hilang malu. Dan otaknya bisa rusak permanen," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini BNNP terus melakukan penelitian untuk memastikan seperti apa narkoba baru tersebut.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini, Kepala BNN RI, Budi Waseso mengatakan bahwa, narkotika jenis flaka, telah masuk ke Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya berdasarkan hasil temuan tim laboratorium BNN.

Menurut pria yang akrab disapa Buwas itu, flaka memiliki efek yang sangat kuat. Pengguna yang memakai barang tersebut merasa dirinya tidak seperti manusia, dan seperti orang gila.

Meski belum memperinci wujud maupun asalnya, namun temuan berdasarkan penelitian laboratorium telah memastikan narkoba itu masuk Indonesia.
"Memang semua jenis narkoba itu ada di Indonesia," katanya.

BNN, kata Waseso, telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar lembaga itu mengetahui andai menemukan narkoba jenis flaka.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu juga mengakui narkoba sangat mudahnya masuk ke Indonesia karena wilayah nusantara berbentuk kepulauan yang sangat luas. Teknologi yang dimiliki pemerintah juga tertinggal jauh dibanding yang dimiliki para bandar narkotika internasional.

"Para bandar ini juga memanfaatkan para oknum aparat untuk memudahkan mereka dalam memasukkan narkoba ke Indonesia. Tapi itu namanya oknum aparat, ya, pasti ada saja," katanya. (abd)