Langganan SP 2

PKH Pontianak Meningkat Tiga Kali Lipat

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 129

PKH Pontianak Meningkat Tiga Kali Lipat
SIMBOLIS – Direktur Jaminan Sosial Keluarga, Kementerian Sosial RI, Nur Pujianto memberikan bantuan Program Keluarga Harapan secara simbolis kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Pontianak Convention Center, Pontianak, Senin (7/8). Tahun 2018, PKH ber
PONTIANAK, SP – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2018 di Kota Pontianak akan bertambah tiga kali. Di tahun ini, tercatat 5.493 KMP PKH. Tahun 2018, jelang Pilpres mendatang, jumlahnya menjadi 15.274.

Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial, Nur Pujianto saat menghadiri pemberian manfaat program itu periode ketiga di Pontianak Convention Center, Senin (7/8) membantah jika penambahan penerima lantaran jumlah masyarakat miskin bertambah.

Tapi menurutnya, hal ini sebenarnya karena masyarakat miskin masih banyak. Dana tak cukup sehingga belum bisa memberi bantuan pada semua. Ini artinya persoalan kemiskinan di Kota Pontianak masih belum tuntas

 "Khusus Program Keluarga Harapan (PKH), targetnya adalah kemiskinan di bawah 15 persen sekarang PKH baru mencapai 11 persen, pemerintah mengembangkan lagi sehingga nanti sampai 15 persen," sebutnya.

Dia mencontohkan di Pontianak, sebenarnya orang miskin lebih dari jumlah yang diberi PKH. Tapi belum terjangkau karena dana terbatas. Pemerintah baru punya anggaran sekarang sehingga penambahan pun dilakukan.

"Bukan berarti keluarga miskin tambah, tapi untuk mereka yang belum terjangkau," tegasnya mengulang.

Program PKH mulai diterapkan di Pontianak sejak tahun 2010. Selama tujuh tahun berjalan, Nur Pujianto mengatakan program ini cukup berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan. Dia menjabarkan pula, bahwa program PKH bukan satu-satunya program penanggulangan kemiskinan. Namun bantuan ini paling tidak membantu mengurangi pengeluaran keluarga

Tiap tahun, para KPM PKH menerima Rp1.890.000 yang dicairkan dalam empat tahapan. Pencairan pun berubah dari yang semula melalui Kantor Pos, menjadi melalui perbankan. Alasannya, untuk  mengurangi kemungkinan pemotongan di lapangan, tepat sasaran sesuai data penerima, ketepatan waktu dan jumlah.

"Target kita akhir Agustus tahap tiga selesai semua, semua program PKH harus selesai. Tidak hanya di Pontianak tapi juga seluruh Indonesia," imbuhnya

 Para pejabat Kemensos RI katanya, tengah berkeliling untuk melakukan supervisi bagaimana program ini berjalan. Pihaknya pun akan segera mempersiapkan program lanjutan agar semua bantuan tahun ini selesai bulan November.

"Para pendamping sudah mulai verifikasi, apakah ada perubahan statusnya sesuai komponen atau tidak, setiap tahapan selalu diverifikasi kondisi terakhir," pungkasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Aswin Djafar menerangkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memvalidasi data penerima di Kota Pontianak agar disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Kementerian Sosial.

"Kemensos menyampaikan pada kami ketika rapat koordinasi kemarin 29 September nanti adalah batas akhir pendataan, kalau tidak pakai data lama," ujarnya.

Aswin menjelaskan, akan berupaya semaksimal  mungkin agar penerima bantuan tersebut benar-benar sampai kepada yang memang berhak. Agar tidak ada lagi komplain dari masyarakat. Untuk itu dia memerlukan bantuan dari lurah dan camat agar turut berperan serta dalam proses pendataan. (bls/and)