Langganan SP 2

Pertokoan Diajak Bersolek Semarakkaan Kemerdekaan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 198

Pertokoan Diajak Bersolek Semarakkaan Kemerdekaan
HIAS PASAR – Terlihat kawasan Pasar Asahan, Komplek Pasar Tengah, Kota Pontianak dihiasi dengan pernak-pernik khas perayaan HUT Kemerdekaan RI, Jumat (11/8). DPRD Kota Pontianak mengajak para pemilik toko di pusat perekonomian kota, agar menghiasi tokonya

Jelang HUT RI ke-72


Pembenahan yang dimaksud, yakni ‘menghapus kusam’ di wajah pertokoan dengan ‘bersolek’. Para pemilik toko, diajak melakukan pengecatan ulang bangunan mereka, dengan warna-warna cerah agar tampak meriah.
 
"Wilayah itu kan daerah ekonomi, orang ke Pontianak pasti singgah ke sana, kalau dicat ulang pasti jauh lebih menarik," kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Mashudi, Jumat (11/8).

Menurutnya, sebagai kawasan tujuan, orang yang datang tentu perlu kesan yang menyenangkan. Apalagi saat ini pengaturan lalu lintas di sana sudah lebih baik dan jauh lebih rapi. 

Nilai ini akan bertambah jika toko-toko di sana diwarnai lagi. Selain itu, tambahan pernak-pernik khas Kemerdekaan Republik Indonesia tentu akan menambah semarak.
"Sebenarnya dari tahun lalu juga Pemerintah Kota Pontianak sudah mengimbau, tapi tidak banyak yang melakukan. Kita harap tahun ini itu dijalankan, kalau kota cantik kan lebih nyaman dipandang," jelasnya.

Tak cuma itu, politisi Hanura yang akrab disapa Lonjong itu juga mengingatkan agar pemasangan bendera Merah Putih dipasang dengan benar. Jika memungkinkan, akan lebih baik bila memasang bendera baru. 

Ihwal pemasangannya pun perlu diperhatikan. Misal ukuran standar sesuai Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara. 
"Kalau bisa, jangan bendera yang sudah lusuh, kotor dan tampak kumuh dipasang kembali. Saya rasa bendera baru juga tidak terlalu mahal," sarannya.

Hari Kemerdekaan RI kali ini, menurutnya bisa jadi titik balik persatuan. Sebagaimana diketahui, belakangan media sosial jadi tidak terlalu menyenangkan. Padahal di dunia nyata, semuanya baik-baik saja. Kerukunan dan toleransi masih terjaga. Semangat itu katanya perlu disemarakkan dan ditularkan kembali ke dalam kehidupan digital.

"Imbauan dari tingkat RT/RW bisa dilakukan, karena mereka wakil pemerintah juga di masyarakat. Selain itu lurah juga harus lebih peka dengan wilayahnya. Memperindah kota bisa dari halaman kita," pungkasnya. (kristiawan balasa/and)