Gulirkan Program Perlindungan Lahan Pertanian

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 392

Gulirkan Program Perlindungan Lahan Pertanian
SERTIJAB - Serah terima jabatan (Sertijab) Plt Kadis, A Irom (kiri), ke Kadistan-TPH Kalbar yang baru, Heronimus Hero (tengah). Sertijab yang dilaksanakan di Aula Distan-TPH Kalbar, Pontianak, Senin (14/8), disaksikan oleh Kadistan-TPH Kalbar yang lama, H
PONTIANAK, SP - Setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (Kadistan-TPH) Kalbar bersamaan dengan lima pejabat tinggi pratama lainnya, di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (28/7) lalu, kini Heronimus Hero resmi menjadi pimpinan di dinas tersebut setelah acara serah terima jabatan (Sertijab) dari Plt Kadistan-TPH Kalbar, A Irom, di Aula Distan-TPH Kalbar, Pontianak, Senin (24/8) pagi.

Selain jajaran Distan-TPH, hadir pula dalam acara tersebut kepala dinas lama, Hazairin.
Lahir di Bengkayang 3 April 1974, dari sekian kepala dinas yang ada di lingkungan Pemprov Kalbar, Heronimus merupakan kadis termuda.

Suami dari Lolyta Sisilia, salah satu dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak ini, sebelumnya menjabat sebagai Kabid Tanaman Pangan di Distan-TPH Kalbar.
Lahan Berkelanjutan

Heronimus mengatakan, untuk saat ini dirinya akan melanjutkan program yang lama. Sebab untuk menyusun program baru, harus terlebih dahulu menunggu tahun anggaran yang berikutnya.
"Kalau secara program, karena ini belum masuk tahun anggaran baru, ya kita akan meneruskan program yang lama," ujarnya.

Untuk tahun anggaran baru, diperkirakan dimulai pada pertengahan tahun. Ia menuturkan, program yang akan dilakukan akan menginduk ke Pusat, dan tetap menggulirkan Upaya khusus (Upsus) Pajale.

"Tapi nanti berikutnya kita mungkin akan sisipkan agenda jangka panjang. Arah saya lebih cenderung pada melindungi lahan pertanian pangan," terangnya.

Ia menjelaskan, alasan kedepan akan memprioritaskan perlindungan lahan pertanian karena secara tidak sadar saat ini kondisi luasan lahan di Kalbar semakin kritis.

"Sementara jumlah penduduk nambah, jumlah produksi tanaman harus bisa memadai dengan jumlah penduduk itu. Jadi harus tersedia lahan pangan berkelanjutan pula," katanya.

"Mungkin untuk program tahun depan itu kita rencanakan, untuk mulai masuk ke setiap elemen dinas pertanian," timpalnya.
Untuk mendorong program melindungi lahan pertanian, Heronimus akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten dan kota. Sebab, lahan pertanian yang akan dikonservasi ini berada di wilayah masing-masing pemerintah daerah.

"Kita akan berkoordinasi dengan semua stakeholder, termasuk dengan pemerintah daerah di kabupaten/kota karena mereka yang punya wilayah. Dalam artian, kita di Provinsi memfasilitasi bagaimana koordinasi tetap terjalin dengan baik, sehingga kabupaten merasa meraka yang membutuhkan, bahwa jumlah lahan pertanian pangan harus kita jaga," jelasnya.

"Dengan sektor-sektor lain yang juga menggunakan lahan, tentu kita ada berbagai bentuk peraturan perundang-undangan yang harus kita komitmen melaksanakannya," pungkasnya. (umr/bah)

Komentar