Padi Pontianak Aman Sampai Akhir Tahun

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 368

Padi Pontianak Aman Sampai Akhir Tahun
PENYALURAN RASTRA – Penyaluran beras sejahtera (rastra) di Jawa Timur, belum lama ini. Di Kota Pontianak, pemerintah mengklaim stok padi untuk masyarakat aman hingga akhir tahun mendatang. Antara Foto

Stok Surplus 


Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Pontianak, Bintoro
Walaupun kota dalam kondisi yang kecil pertaniannya, namun bisa memberikan serapan gabah yang cukup besar untuk provinsi dan kota sendiri dalam menjaga ketahanan pangan

PONTIANAK, SP
– Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Pontianak, Bintoro mengungkapkan Operasi Khusus Tanam Padi di Kota Pontianak berhasil melewati target 67 ton. Malah hasilnya mencapai 286 ton gabah.
Padahal, wilayah pertanian sangat minim.

Dari target 11 hektare lahan pertanian, nyatanya Pontianak memiliki 44 hektare. Lokasi terluas ada di Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara sekitar 18 hektare. Kemudian disusul Pontianak Tenggara 12 hektare dan Pontianak Barat lima hektare. Sisanya menyebar di Kecamatan Pontianak Timur.

“Walaupun kota dalam kondisi yang kecil pertaniannya, namun bisa memberikan serapan gabah yang cukup besar untuk provinsi dan kota sendiri dalam menjaga ketahanan pangan,” ucapnya, Jumat (18/8).

Berlimpahnya hasil pertanian ini membuat stok beras masih aman hingga akhir tahun. Bintoro pun menambahkan, sejumlah komoditi lain ada di taraf yang sama. Hingga kini belum ada kendala berarti untuk soal satu ini.

Bintoro mengatakan sudah ada  53 ton beras yang disalurkan dalam operasi pasar tahun ini. Harganya sangat membantu masyarakat. Untuk menjaga kestabilan harga pasar, pihaknya bekerjasama dengan dinas terkait memang rutin menggelar operasi pasar. Menyoal cadangan beras untuk fakir miskin, semua pun aman terkendali.

“Bagi warga tidak mampu, silakan buat surat keterangan dari RT dan lurah dan camat supaya disampaikan pada Dinsos dan Dinas Ketahanan Pangan, setelah itu dibuatkan nama-namanya untuk di SK-kan Wali Kota agar bisa dibantu beras,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menambahkan Pontianak sejatinya memang minim lahan pertanian.

Kabupaten tetanggalah yang punya lahan lebih. Para petani yang ada, sebagian besar bersifat sementara.

“Kalau memang itu sampai (lewat target), nanti saya uji, kalau memang benar, berarti itukan bagus untuk ketahanan pangan kota,” katanya.

Program pertanian ke depan katanya kemungkinan bertumpu pada intensifikasi. Lahan yang berbatas harus bisa menghasilkan gabah berlipat. Apalagi Pontianak tidak bisa menerapkan sistem irigasi, lantaran kondisi pasang surut air.

Soal keberadaan stok komoditi lain, dia menyiratkan hukum ekonomi pasti berlaku. Intinya ada pada ketersediaan. Jika barang tak ada, harga pasti akan melonjak. Apalagi jika ada hambatan distribusi dalam beberapa hari, gejolak pasti terjadi.

“Tim TPID kita terus berupaya menghadapi kelangkaan dan tingginya harga. Kita sudah ada aplikasi Gencil yang bisa monitor tiap hari,” pungkasnya. (bls/and)

Komentar