Langganan SP 2

SMAN 1 Sisihkan 500 Sekolah di Level Nasional

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 228

SMAN 1 Sisihkan 500 Sekolah di Level Nasional
JUARA – Kepala SMAN 1 Pontianak, Fatmawati saat menerima penghargaan juara ketiga Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional di Jakarta. SMAN 1 berhasil menyisihkan 500 sekolah se-Indonesia. Ist

Lomba Sekolah Sehat 


SP - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Pontianak berhasil meraih juara ketiga dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional di Jakarta 16-19 Agustus 2017. Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Kesehatan, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Dirjen Kemenag dan Dirjen Kemendagri. 

SMAN 1 Pontianak berhasil menyingkirkan 500 kandidat sekolah lain se-Indonesia, barang tentu ini jadi kebanggaan bagi masyarakat.

Kepala SMAN 1 Pontianak, Fatmawati menjelaskan, LSS memiliki dua kategori penilaian. Kategori itu adalah best performance dan best achievment. Khusus untuk sekolah-sekolah di perkotaan masuk kategori best performance, karena selain sarana yang memadai, penilaiannya juga pada perilaku sehat siswa.

Prestasi ini katanya, merupakan hasil kerja bersama. Banyak pihak yang membantu menyukseskan, di antaranya Gubernur Kalbar, Wali Kota Pontianak, Kadis Pendidikan provinsi dan kota, Kadis Kesehatan provinsi dan kota, Kepala UPTD Puskesmas Gang Sehat, Lurah Akcaya, Camat Pontianak Selatan dan seluruh warga Smansa.

“Saya sangat bangga atas prestasi ini,” ucapnya, Minggu (20/8).

SMAN 1 Pontianak memang memiliki sejumlah program terkait kesehatan. Sebagai contoh, misalnya bersepeda tiap satu semester. Semua siswa hanya boleh ke sekolah berkendara sepeda. Bukan kendaraan bermotor.

“Ada juga budidaya tanaman lidah buaya yang dilakukan para pelajar, apotek hidup kebun sekolah dan hutan buatan kolam ekosistem,” imbuhnya.

Soal pengelolaan sampah, mereka juga punya cara sendiri. Kerjasama dengan Bank Sampah Rosela dijalin sejak beberapa waktu lalu. "Untuk kebersihan siswa kami memiliki wastafel di setiap kelas yang merupakan hasil buatan anak (pelajar)," tambahnya. 

Tak Cuma itu, untuk membentuk pola hidup sehat pada siswa, tiap siswa bersama menjaga kebersihan sekolah, mencintai sekolah dan membiasakan membuang sampah berdasarkan sampah, organik dan anorganik. Siswa sekolah ini juga menjadi kader kesehatan.

“Ada duta-duta yang dipilih sekolah atau bahkan yang mereka ikut di luar," terangnya.
Pengajuan sekolah ini sebagai sekolah sehat dilakukan sejak tahun lalu saat masih dikomandani Pemerintah Kota Pontianak. 

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak sempat hadir ketika penilaian akhir di sekolah. Dia mengatakan indikator sekolah sehat adalah sekolah yang terpenuhi segala fasilitas, infrastruktur kegiatan belajar mengajar, komitmen kepala sekolah dan pihak sekolah terus jumlah murid dengan fasilitas toilet seimbang. 

Tak hanya itu, kualitas lingkungan sekolah dan kegiatan intra dan ekstra para pelajar pun turut masuk penilaian.

Target sepuluh besar yang ingin dicapainya ternyata terlampaui. SMAN 1 Pontianak lahir jadi juara ketiga. Keyakinan Edi saat itu memang beralasan. Jika dilihat dari segi infrastruktur, lingkungan dan kondisi kegiatan serta manajemen sekolah, SMAN 1 menurutnya sangat baik.

"Kita memang belum pernah mengikuti sekolah sehat ini, namun kalau adiwiyata sudah beberapa sekolah yang meraihnya," tutupnya. (kristiawan balasa/and)