Warga Diajak Amalkan Alquran dalam Kehidupan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 268

Warga Diajak Amalkan Alquran dalam Kehidupan
BERI SAMBUTAN - Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono tengah memberikan sambutan dalam Sarasehan LPTQ Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Rabu (23/8). Edi mengajak masyarakat bisa mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari. SP/B

Sarasehan LPTQ Pontianak 2017


Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya dibahas dalam Alquran. Tak melulu soal hubungan manusia dengan Allah, atau manusia dengan manusia. Namun juga hubungan manusia dengan tananam, hewan dan alam. 

SP
- Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meyakini, bila Alquran diamalkan dalam kehidupan, dunia akan jauh lebih menyenangkan. 

Persoalan yang dihadapi kini, bahkan hal-hal yang kerap dianggap remeh, menurut Edi Kamtono sebenarnya bisa diatasi jika manusia lebih Islami. Misalnya bagaimana tertib berkendara, tak menerobos lalu lintas, atau buang sampah sembarangan. Semua tersirat dalam kitab suci.

Contoh-contoh kecil itu dia sampaikan usai membuka Sarasehan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Rabu (23/8) pagi. 

Keterlibatan pemangku agama, mulai dari ustaz hingga pondok pesantren, diharapkan mampu membantu pemerintah dalam membentuk Pontianak yang Islami.

“Kita ingin pertemuan ini dapat menjadi wadah bagi para peserta yang hadir untuk menyatukan persepsi dan berkolaborasi untuk menemukan cara-cara agar pedoman Alquran dapat tetap dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Secara khusus, mantan Kadis PU ini ingin ada inovasi yang bisa menjaga generasi muda Islam agar gaya hidupnya tidak menyimpang jauh dari pedoman Alquran. Apalagi generasi kini dikenal dengan generasi digital.
Rasanya, semua ada dalam genggaman gawai mereka.

Ketua LPTQ Kota Pontianak, Mulyadi mengatakan Sarasehan ini digelar dengan maksud menanamkan rasa untuk lebih mencintai Alquran kepada masyarakat Kota Pontianak. Khususnya para generasi muda agar tetap berada di jalur positif.

"Usahakan setiap hari kita jadi bisa baca Alquran walaupun hanya satu baris. Karena dengan begitu generasi muda kita akan terhindar dari hal-hal yang tidak terpuji," ujar Mulyadi.

Mulyadi menerangkan, dalam hal ini LPTQ Kota Pontianak mencoba mengambil peran. Maka itu pihak terkait pun dipertemukan. Mereka adalah para alim ulama, perwakilan pondok pesantren dan generasi muda Islam. Harapannya mereka dapat lebih meluaskan apa yang didapat dari pertemuan, ke khalayak ramai.

"Tema-tema ceramah dan khotbah itu kita ingin tetap ada menyinggung tentang bagaimana untuk dapat mencintai Alquran," pungkasnya. (kristiawan balasa/and)