Karolin – Midji Kejar-kejaran Hasil Survei

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 548

Karolin – Midji Kejar-kejaran Hasil Survei
HASIL SURVEI - Direktur Cirus Surveyors Group (CSG), Kadek Dwita Apriani (kiri), didampingi Direktur Pusat Kajian Politik, FISIP UI, Dr phil Aditya Perdana, saat memaparkan hasil survei pelayanan publik dan kondisi politik lokal. SP/Umar
PONTIANAK, SP – Dari survei kondisi politik lokal dalam persepsi masyarakat Kalbar yang dilakukan Cirus Surveyors Group (CSG) pada Juli 2017 lalu, terdapat dua nama dengan tingkat persentase popularitas dan elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon gubernur untuk Pilgub Kalbar 2018 mendatang.

"Kedua nama itu adalah Karolin Margret Natasa dan Sutarmidji, masing-masing unggul dalam hal popularitas dan elektabilitas di mata publik Kalimantan Barat," ujar Direktur CSG, Kadek Dwita Apriani, saat press conference di Hotel Aston Pontianak, Minggu (27/8).

Dalam survei yang dilaksanakan di 14 kabupaten/kota se-Kalbar dengan responden sebanyak 1.000 orang, dari 20 besar nama bakal cagub, tingkat popularitas Karolin mencapai 55,9 persen dan elektabilitasnya 24,1 persen. Sedangkan Midji 41,8 persen, dan elektabilitas mencapai 21,1 persen.

"Survei ini menggunakan metodologi Multistage Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 Primary Sampling Unit (PSU), menyebar di seluruh Kalbar. Tingkat kepercayaan dalam survei ini adalah 95 persen, dengan margin of error sebesar tiga persen," terangnya.

Untuk menjaga tingkat akurasi dan presisi survei, CSG melakukan respondent check dan quality control berlapis.

"Kami melakukan pengecekan kepastian bahwa tim survei kami benar-benar turun, untuk itu kami cek kepada 200 responden," kata Kadek.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika  dari 20 nama dikerucutkan menjadi dua nama, maka Karolin masih unggul dari Midji.

"Elektabilitas cagub head to head, Karolin 37,6 persen, Sutarmidji 37,3 persen," sebut Kadek.

Dia menjelaskan, variabel yang diambil dalam survei ini di antaranya latar belakang figur yang dicalonkan partai politik  dan berpengalaman di pemerintahan sebesar 50 persen. Figur yang berpengalaman di pemerintahan, meskipun tidak dicalonkan parpol sebesar 23,8 persen.

"Figur yang dicalonkan parpol meskipun tidak memiliki pengalaman di pemerintahan sebesar 6,8 persen. Untuk yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 19,4 persen,"  terangnya.

Selain bakal cagub, CSG juga merilis survei menyangkut pelayanan publik dalam persepsi masyarakat terhadap performa kinerja Pemprov Kalbar. "Di atas 50 persen masyarakat menyatakan puas," ujar Kadek.

Meski demikian, terang dia, pada umumnya masyarakat memiliki aspirasi yang sama berkenaan perbaikan infrastruktur di daerah.

"Soal infrastruktur jalan dan jembatan, hampir 50 persen responden menginginkan adanya perbaikan agar kualitas pelayanan publik kian memadai," sebutnya.

Kadek berharap, hasil survei ini bisa menjadi bahan evaluasi dan PR bagi bakal calon gubernur mendatang.

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Politik, FISIP UI, Dr phil Aditya Perdana, mengungkapkan teknik survei yang dilakukan oleh CSG merupakan metode standar yang biasa dilakukan.

"Ini standar yang biasa dilakukan dalam berbagai survei," katanya sebagai salah satu narasumber di press conference tersebut.

Mengenai survei bakal cagub, katanya, seorang petahana ataupun mereka yang berkecimpung di birokrasi sangat mudah mendapatkan tingkat popularitas. Demikian pula dengan elektabilitasnya.

Begitu juga masalah pelayanan publik, indikator yang biasa digunakan antara lain indikator ekonomi, infrastruktur, pelayanan publik dan lain sebagainya. (umr/and)