Go-Jek Diminta Komit Urus Izin

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 247

Go-Jek Diminta Komit Urus Izin
UNJUK RASA – Unjuk rasa driver Go-Jek di Makassar, belum lama ini. Di Kota Pontianak, jasa transportasi online ini masih bermasalah dengan pihak Pemerintah Kota, lantaran belum menunaikan persoalan perizinan. Ant

Penuntasan Persolan Ojek Online


Senior Vice President Operations Go-Jek, Arno Tse
Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Pontianak melalui platform layanan on-demand berbasis aplikasi

PONTIANAK, SP
– Go-Jek akhirnya sowan ke Pemerintah Kota Pontianak setelah kurang lebih empat bulan beroperasi. Rombongan Go-Jek yang di antaranya hadir Vice President Go-Jek Arno Tse dan Senior Advisor Go-Jek Aziz Hasibuan, menemui Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Senin (28/8) siang.

Usai pertemuan, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menegaskan siapapun yang mau berusaha dan berinvestasi di Pontianak mesti melapor. Pontianak terbuka untuk siapa saja, tapi tentu harus taat aturan. Tak boleh asal semaunya sendiri.

"Kita harus tahu siapa penanggung jawabnya, di mana kantornya, kan itu. Kalau sembarangankan, kalau ada apa-apa yang tanggung jawab siapa? Siapa yang bisa dihubungi?" ujarnya mempertanyakan.

Sutarmidji menjelaskan contoh kasus, misalnya ada oknum pengendara Go-Jek yang mengecewakan pelanggan, bahkan bermasalah pidana. Jika itu terjadi, pihaknya akan kesulitan untuk menghubungi siapa yang bertanggung jawab. Maka dia pun menginginkan adanya kejelasan.

"Harus beri tahu di Dinas Penanaman Modal, minimal kantornya di mana, manajemennya siapa, kita harus tahu. Kalau kita tidak tahu kan nanti, jadi masalah, ada ribut ada apa, jadi masalah," ungkapnya.

Dalam paparan perwakilan Go-Jek itu, Sutarmidji menjelaskan alasan jasa angkutan online itu tak kunjung melaporkan diri, lantaran tim yang mereka miliki tak besar. Padahal, Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan PTSP Pontianak sudah memiliki aplikasi pendaftaran izin secara online pula.

"Saya bilang kalau kita kan sudah ada aplikasinya. Ternyata mereka baru tahu, aplikasi kita jauh lebih maju dibandingkan daerah lain. Itu tadi karena tidak tahu saja, tapi tadi saya sudah minta mereka tetap harus mengikuti aturan," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pihak Go-Jek kata Sutarmidji juga berkomitmen akan mengikuti aturan. Namun, wali kota dua periode ini memandang, Go-Jek sebagai moda transportasi roda dua bukanlah hal maju. Di Pontianak pun, 90 persen kerja Go-Jek ada pada layanan antar barang dan makanan.

"Paling banyak Pontianak tuh kuliner, kalau orang boleh dihitung mungkin 10 persen saja. 90 persennya antar barang," ucapnya.

Dia yakin, adanya Go-Jek tak akan mematikan ojek pangkalan. Keduanya punya pangsa pasar beda. Hanya saja, di Pontianak ada startup serupa Go-Jek bernama Angkuts. Namun Midji merasa karya anak muda Pontianak itu kurang gigih bersaing.

"Saya maunya anak muda Pontianak jangan kalah kalau, dia bisa kita bisa, kalau mereka mampu, kita mampu jangan menyerah," tegasnya.

Politisi PPP ini mengatakan persaingan harga atau modal keduanya bukan masalah. Jika memang soal modal, tentu perbankan bisa diakses. Tak mungkin semua dengan modal pribadi.

"Ini kan masalah manajemen, masalah kepercayaan. Saya mau anak muda kita gigih. Mereka pintar-pintar, bahkan masuk 30 besar, anak muda berpengaruh di Asia seperti Beny Fajarai. Itu saja dipandang, kan dia mau berbagi," pungkasnya.

Sementara itu, Senior Vice President Operations Go-Jek, Arno Tse mengaku senang bisa berdiskusi dengan Wali Kota Pontianak. Dalam pertemuan tersebut, dia bercerita pihaknya berbincang soal bagaimana layanan teknologi yang dimiliki Go-Jek.

“Bagaimana layanan teknologi Go-Jek membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantu pekerja sektor informal serta penggiat usaha mikro dalam meningkatkan penghasilannya,” katanya.

Soal mengapa baru sekarang datang, dia tak menjawab gamblang. Hanya saja disebutnya wali kota sudah memberikan sejumlah arahan agar dapat memberi layanan yang baik pada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Pontianak melalui platform layanan on-demand berbasis aplikasi,” pungkasnya. (bls/and)