Pengangguran Pontianak 20.000 jiwa

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 687

Pengangguran Pontianak 20.000 jiwa
BERBONDONG – Warga berbondong mendatangi bursa kerja di Kota Kediri, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Bursa kerja juga digelar oleh Pemkot Pontianak, mulai 29 hingga 31 Agustus ini. Terkait jumlah pengangguran, di Kota Pontianak mencapai 20.000 jiwa. Ant

Lowongan Kerja Minim


Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono
Kita coba ciptakan mereka berjiwa enterprenuer, yang akan menciptakan dunia kerja. Semakin banyak kolaborasi yang kita ciptakan, diharap bisa menampung tenaga kerja yang makin tahun makin membludak

PONTIANAK, SP – Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan setidaknya, ada 20.000 warga masih pengangguran dari total 247.000-an usia tenaga kerja di Pontianak. Urusan satu ini disebutkannya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Pihaknya pun terus berusaha untuk meningkatkan hal tersebut. Satu persen pertumbuhan ekonomi, bisa menampung kurang lebih 500 ribu jiwa tenaga kerja.

“Caranya, Pemerintah Kota Pontianak sudah memberikan kemudahan bagi startup atau bagi pemula yang ingin berwirausaha, setelah itu kita ingin berkolaborasi dengan BUMN dan BUMD untuk pengusaha mikro berupaya,” ucapnya usai membuka Job Fair di Pontianak Convention Center (PCC), Selasa (29/8) petang.

Bursa kerja Kota Pontianak dilaksanakan sebagai wadah perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan memudahkan pencari kerja. Umumnya mereka yang datang adalah anak muda yang baru lulus kuliah, atau mereka yang sudah lama tapi belum punya pekerjaan. 

Namun demikian, Edi menerangkan pihaknya juga mendorong lahirnya lapangan pekerjaan baru. Sehingga lapangan kerja makin banyak.

“Kita coba ciptakan mereka berjiwa enterprenuer, yang akan menciptakan dunia kerja. Semakin banyak kolaborasi yang kita ciptakan, diharap bisa menampung tenaga kerja yang makin tahun makin membludak,” jelasnya.

Menurutnya, menekan angka pengangguran sangatlah penting. Apalagi saat ini bonus demografi tengah dirasakan. Di mana usia produktif, yakni usia 19-55 tahun jumlahnya lebih banyak dari yang lain. Perbandingannya secara nasional mencapai 54 persen. 

“Sebenarnya mereka usia produktif, kalau tidak menganggur, ini menjadi kekuatan IPM dan pertumbuhan ekonomi. Masalahnya, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi faktor eksternal juga,” katanya.

Faktor eksternal yang dimaksud, kata Edi, misalnya saat harga karet jatuh, pertumbuhan ekonomi dunia lesu, seperti bidang properti, akan memberikan pengaruh. Memang sekarang sedang menjamur enterprenuer di bidang kuliner. Walaupun begitu, kalau stok bahan baku buruk, mereka juga akan terpukul. 

“Jadi kita harus mengendalikan inflasi daerah sebaik mungkin supaya tidak ada gejolak,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan PTSP Kota Pontianak, Junaidi menerangkan setidaknya ada 5.143 lowongan pekerjaan dalam bursa kerja tahun ini. Perusahaan yang ikut serta pun beragam, ada yang lokal dan nasional. Salah satunya Transmart yang beberapa waktu ke depan akan hadir di Kubu Raya.

Menyoal angka pengangguran, menurutnya besaran yang ada untuk kategori Kota Pontianak, tidak terlalu besar. Alasannya ada beberapa pekerjaan sektor informal yang tidak terdaftar. Sehingga datanya masuk pada bagian pengangguran.

“Misalnya industri kreatif, startup, itu tidak terdaftar, padahal mereka wiraswasta dan wirausaha, tapi itu tidak terdaftar. Faktor yang mempengaruhi, ada yang mungkin pemutusan hubungan kerja sementara, informal ini yang banyak, ada juga dari formal yang tidak diperlukan lagi,” pungkasnya. 

Satu di antara pencari kerja, Rumina mengaku senang terhadap Job Fair yang digelar. Lulusan universitas swasta di Kota Pontianak ini, kerap kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai selama ini.

“Apalagi saya lulusan hukum, memang sayang juga ilmu yang sudah didapat tak bisa bermanfaat jika bekerja tidak sesuai bidang. Tapi mau bagaimana lagi, dari pada tidak bekerja sama sekali,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan serupa kerap digelar, sehingga bisa memberikan peluang kerja bagi warga. “Teman-teman seangkatan saya saja masih sulit dapat kerja. Semoga saja ini bisa rutin. Dan pemerintah bisa mengakomodir para pencari kerja,” ungkapnya. (bls/and)

Komentar