Pasokan Ikan di Pasar Flamboyan Kian Menipis

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 616

Pasokan Ikan di Pasar Flamboyan Kian Menipis
IKAN BERKURANG – Seorang pedagang ikan di Pasar Flamboyan tengah menyusun ikan dagangannya, kemarin. Akibat cuaca ekstrem, nelayan gagal melaut hingga membuat stok ikan pun berkurang di sejumlah pasar tradisional. Dok SP
PONTIANAK, SP – Kondisi cuaca ekstrem membuat sebagian besar nelayan di Kalimantan Barat sulit melauy. Akibatnya, stok ikan di pasaran pun minim, seperti yang terjadi di Pasar Flamboyan Kota Pontianak. 

"Memang cuaca seperti sekarang, sering hujan, gelombang tinggi. Ikan yang kita ambil dari nelayan berkurang, karena mereka tak melaut. Bahkan seperti ikan kembung hari ini tidak ada," ujar pedagang ikan di pasar tersebut, Rizal, Rabu (30/8)

Stok ikan yang kian menipis ini, tentu saja memicu kenaikan harga di pasaran. Meski demikian menurut Rizal, kenaikan harga yang terjadi belum terlalu signifikan. Dia mengklaim harga masih termasuk normal. 

“Seperti ikan tongkol, ikan mayong dan tenggiri yang harganya masih standar. Tongkol Rp30 ribu perkilonya, mayong 20 ribu perkilo, tenggiri sendiri tergantung dari banyak atau tidaknya datang, bisa tinggi bisa juga turun," ungkapnya.

Di sisi lain, merosotnya jumlah stok ikan ini akibat pembatasan penggunaan pukat trawl bagi nelayan. Sebelumnya menurut Rizal, ikan yang dijual justru banyak bahkan tak terjual.

"Semenjak ada aturan dari menteri yang kerap melakukan sanksi penenggelaman kapal, sehingga pasokan yang ada menjadi berkurang padahal sebelumnya ikan kita banjir di pasar, ini sudah mulai berkurang," jelasnya.

Sementara itu, Pemerhati Perikanan Kalbar, Bani mengatakan kondisi cuaca ekstrem kini mengurungkan niat nelayan untuk pergi melaut.

"Jadi tidak heran kalau stok ikan di pasar-pasar tradisional berkurang, karena kondisi cuaca yang kurang baik," katanya.

Kondisi seperti ini hanya beberapa kapal dengan muatan yang cukup besar yang berani turun melaut. Sementara nelayan kapal kecil terpaksa menyetop aktivitasnya sementara waktu.

"Kapal di atas 30 gross ton yang rata-rata mau melaut. Kalau kapal-kapal kecil tentu tidak mau mengambil resiko. Sehingga tak heran memang ada beberapa harga ikan yang naik dan stoknya berkurang, namun masih banyak pula harga ikan dengan harga normal," ungkapnya.

Bahkan Bani memprediksikan, kondisi ini baru akan normal di awal tahun depan. Saat itu, pasokan ikan di Pontianak kembali tercukupi.

"Semoga saja cuacanya segera kembali normal, sehingga para nelayan dapat kembali melaut dan"kebutuhan ikan masyarakat juga dapat terpenuhi,” pungkasnya. (ova/and)

Komentar