Pemkot Diminta Andil Tekan Kriminalitas

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 466

Pemkot Diminta Andil Tekan Kriminalitas
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Yandi mengaku prihatin atas aksi kriminal yang belakangan marak terjadi di Kota Pontianak, khususnya di kawasan Kecamatan Pontianak Timur.

Sederet kasus di antaranya, pada 5 Agustus, seorang pria, SP diringkus oleh jajaran Polsek Timur lantaran melakukan penipuan uang senilai Rp8 juta. Kemudian, 16 Agustus, Polsek Timur menangkap penadah sekaligus tersangka pencurian dengan pemberatan, IS. 

Tak berhenti di situ, aksi kriminal di Pontianak Timur berlanjut pada 25 Agustus, seorang pemuda inisial Az (21) ditangkap karena menganiaya seorang korban, Burhan menggunakan senjata tajam.

Dan yang terakhir, pada tanggal 28 Agustus kemarin, jajaran unit Reskrim Polsek Pontianak Timur menangkap seorang pengutil baju di toko pakaian Jalan Tanjung Raya II, inisal Sy.

Berkaca dari kasus-kasus tersebut, Yandi meminta pemerintah ikut peduli. Aksi kejahatan katanya tidak hanya tanggung jawab aparat saja, namun diperlukan peran Pemerintah Kota Pontianak dalam upaya pencegahannya. 

Menurutnya, persoalan ekonomi menjadi biang keladi maraknya kasus-kasus kejahatan konvensional itu. Makanya, Pemkot diminta agar mampu memberikan langkah nyata, guna menekan kriminalitas seperti melakukan penguatan ekonomi kemasyarakatan.

“Upaya penindakan tidak cukup dilakukan. Pembinaan harus terus diterapkan oleh pemerintah pula. Jika ekonomi masyarakat baik, maka kriminal konvensional pasti akan berkurang," katanya, Jumat (1/9).

Menurutnya, Pemkot harus gencar melaksanakan program pembinaan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga tak ada masyarakat yang terseret kriminalitas demi kebutuhan ekonomi, sebab mereka sudah memiliki bekal untuk bekerja. 

"Saya kemarin habis mengikuti penutupan Job Fair. Ada 40 perusahaan yang membuka lapangan kerja. Namun pertanyaannya, sejauh mana SDM kita bisa menyesuaikan kebutuhan perusahaan. Artinya, lapangan kerja sudah dibuka, tinggal SDM yang harus terus disediakan supaya masyarakat punya kemampuan dan bisa diterima bekerja,” katanya.

Dia pun meyakini, jika angka serapan tenaga kerja merata, maka persoalan perekonomian masyarakat akan membaik. Dengan demikian persoalan kriminal juga turut berkurang pula.

Selain itu, dia juga meminta peran serta tokoh masyarakat dan agama untuk ikut menekan angka kriminalitas. Caranya dengan memberikan pemahaman-pemahaman sosial dan keagamaan. (abd/and)

Komentar