IKA Fisip Harap Senior Memotivasi Mahasiswa Baru

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 927

IKA Fisip Harap Senior Memotivasi Mahasiswa Baru
Ketua IKA Fisip Untan Utin Srilena. (Net/SP)
PONTIANAK, SP - Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fisip Untan Pontianak, Utin Srilena menegaskan, Rektor Untan sebelumnya sudah melarang adanya kekerasan. Tak hanya dalam bentuk fisik, tapi juga verbal. Dia pun mengungkapkan, mendidik seseorang tidak boleh dengan cara-cara demikian.

"Karena itu akan terekam di memori orang itu. Saya juga pernah mengalami dulu, sampai masuk parit, sampai masuk rumah sakit, opname saat itu, itulah makanya saya tidak menginginkan kejadian itu untuk adik-adik saya ke depan," ceritanya Utin yang juga Kadishub Pontianak itu, Senin (4/9).

Dia berharap senior-senior di Fisip bisa membangun motivasi mencintai almamater dengan cara yang baik. Potensi para mahasiswa baru pun semestinya dioptimalkan. Apa yang mereka miliki, harus dibantu berkembang di dunia kampus.

"Bukan kita menunjukkan kekuasaan, karena kita senior. Yang junior ini punya hak untuk mendapatkan perhatian yang khusus. Senior tidak perlu keras benar, apalagi dibentak-bentak. Kita dengan anak kita saja kalau dibentak, psikologisnya akan berpengaruh," imbuhnya.

Utin menyebut para mahasiswa merupakan aset bangsa. Tempat estafet kepemimpinan diletakkan. Sudah semestinya mereka yang baru datang ke kampus, dirangkul. Sudah sering pula diterangkan sebelum pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), agar adik tingkat dididik dengan berderajat.

"Saya tidak setuju dengan kekerasan baik fisik juga ucapan. Makanya tadi saya bilang, memori yang cepat terekam adalah hal tidak baik. Takutnya ketika jadi senior akan berulang. Kalau kita sudah mulai dari kekerasan, itu akan berulang terus, karena rasa dendam itu masih ada," jelasnya.

Seharusnya, PMB bisa diisi dengan memberikan motivasi bahwa menjadi mahasiswa Fisip punya masa depan cerah. Ada banyak kepala daerah dan pejabat lulusan Kampus Biru itu.

"Kalau kita lembutkan orang dengan baik, dia akan segan. Kita itu bukan untuk ditakuti, tapi disegani. Kalau dia takut, hanya sebentar, habis itu tak ditegur, tapi kalau segan, sampai kapan pun akan demikian," pungkasnya. (bls)