Pengelola Warnet Bandel Beroperasi Hingga Larut Malam

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 510

Pengelola Warnet Bandel Beroperasi Hingga Larut Malam
RAZIA – Aparat gabungan, Satpol PP dan Kepolisian merazia warnet di Kota Pontianak, beberapa waktu lalu. Satpol PP Kota Pontianak bakal memberikan sanksi tipiring bagi pemilik warnet yang membandel tidak menaati aturan operasional. Antara

Penegakan Aturan Operasional Tempat Usaha 


Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan aturan operasional warung internet (warnet) hanya sampai pukul 23.00 WIB. Tapi pada kenyataan di lapangan, banyak pengelola warnet yang membandel.

SP
- Fakta pelanggaran aturan ini, ditemukan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak, saat menggelar razia sepekan lalu. Dari penyisiran di sejumlah kawasan, di antaranya Pal III, Jalan Prof M Yamin, Karya Sosial dan RE Martadinata, terdapat empat warnet yang terjaring.

Keempat warnet itu tetap beroperasi di atas jam yang telah ditetapkan. Ada yang tetap buka di pukul 23.35 WIB. Ada pula yang sampai pukul 00.00 WIB.

"Rata-rata yang kami dapat ini, mereka yang sudah pernah terjaring. Mereka sudah tahu, harusnya, sudah pernah satu kali tapi masih melanggar. Hanya ada satu yang baru satu kali (terjaring) di Jalan Ampera. Itu baru buka," kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah, Satpol PP Pontianak, Nazaruddin, Kamis (7/9).

Pengelola warnet yang membandel ini pun disita komputernya dan KTP pengelola dicatat untuk ikut sidang tindakan pidana ringan (tipiring). Mereka yang sudah tiga kali terjaring, komputernya akan ditahan walau sudah ikut sidang. Lamanya tergantung pertimbangan.

"Karena sudah tiga kali kan artinya bandel. Ada juga yang di Jalan M Yamin, buka sampai 23.30 WIB, alasannya karena ada pemain yang tidak mau pulang," ucapnya.

Pihaknya memiliki pertimbangan, ke depan warnet hanya boleh beroperasi sampai pukul 21.00 WIB. Jika ikut aturan buka pukul 07.00 WIB, menurutnya waktu operasional sudah cukup panjang. 

Hanya memang di lapangan, biasanya mereka buka pukul 09.00 WIB. Walau demikian, 12 jam operasional dirasa cukup.

"Karena kayaknya ini perlu dievaluasi. Ini usul saya, nanti akan disampaikan ke Kasatpol PP," imbuhnya.

Soal denda dalam sanksi tipiring, besarnya bervariasi. Mulai dari Rp500 ribu, sampai Rp3 juta. Sementara dalam Perda Nomor 1 Tahun 2010 tentang Ketertiban Umum, denda maksimal Rp50juta dengan subsider kurungan tiga bulan. Semuanya tergantung penetapan hakim.

"Kami sarankan kepada pemilik warnet beberapa jam sebelum waktu tutup diumumkan ke pemain, agar tahu. Setelah lewat waktunya bisa dimatikan otomatis," sarannya.

Tak dipungkiri, makin malam, pemain warnet makin ramai. Apalagi malam Minggu. Sebagian besar malah anak usia sekolah. Disinggung soal pemain kompetisi DOTA tingkat Asia yang gagal bersaing lantaran warnet tempat bermain dirazia petugas, Nazaruddin menerangkan semestinya mereka lapor lebih dulu.

"Kalau ada kompetisi game harus lapor. Diam-diam tidak bisa, karena kami anggap sama semua. Kalau ada acara semisal lomba atau apa, ketika minta izin pasti diizinkan. Asal lapor. Supaya tahu," jawabnya.

Adanya razia warnet yang dilakukan Satpol-PP dikeluhkan sejumlah pengusaha mengurangi pendapatan mereka.

Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan bisa saja hal ini disebabkan lantaran masyarakat sudah punya smartphone, laptop, sambungan wifi di rumah.

"Maka wajar kalau warnet berkurang. Tapi kita juga harus menertibkan jam buka dan pengunjungnya. Kalau anak-anak di jam sekolah, itu harus ditertibkan," ucapnya.

Selain itu, aturan jam operasional warnet juga sudah ditetapkan. Mereka yang masih beroperasi di atas jam malam, akan ditertibkan. Pihaknya ingin mengembalikan fungsi warnet ke fungsi informasi dan komunikasi, bukan sekadar hiburan.

"Pendapatan berkurang tergantung pengunjung, biasanya masyarakat yang benar-benar memanfaatkan warnet untuk hal positif, bukan negatif,” katanya.

Misalnya sekarang di jam sekolah, bermain di warnet, tentulah hal itu dilarang. “Untuk hari libur, dilihat fungsinya, kalau sampai malam jam 11 malam kan tetap harus dilarang," pungkasnya. (kristiawan balasa/and)