ASITA: Pariwisata Butuh Keseriusan Pemerintah

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 138

ASITA: Pariwisata Butuh Keseriusan Pemerintah
POTENSI WISATA – Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, tahun lalu dipadati turis baik lokal maupun mancanegara. ASITA Kalbar berharap agar pemerintah serius mengemas potensi wisata yang ada guna mendongkrak perekonomian. Dok SP
PONTIANAK, SP – Wakil Ketua Association of the Indonesia Tour and Travel Agencies (ASITA) Kalimantan Barat, Dewi Safitri menyebutkan, meski perkembangan pariwisata di Kalbar sudah cukup baik, namun pemerintah butuh menggali kembali potensi yang ada.

Menurutnya, potensi pariwisata itu salah satu komponen penting untuk menumbuhkan sektor perekonomian di Kalbar. Mengingat potensi alam yang ada di tanah borneo ini, bisa diperhitungkan bahkan mengalahkan daerah lain.

“Namun potensi ini masih belum nampak, padahal jika dilihat dari segi pembangunan khususnya infrastruktur di Kalbar saat ini, sudah mulai cukup baik. Akan tetapi masih belum serius untuk dikembangkan,” ujarnya, Senin (11/9). 

Dia mengutarakan, potensi wisata patut dikembangkan, terlebih berdasarkan  data dari perusahaan travel miliknya, jumlah wisatawan nusantara atau domestik yang berkunjung di Kalbar meningkat. 

“Dan rata-rata kunjungannya bukan dalam bentuk event melainkan untuk berwisata," ujarnya.

Kedatangan turis ini, lantaran pemerintah juga telah memberikan kemudahan akses dengan membangun infrastruktur yang memadai di beberapa daerah.

"Seperti di Sanggau, penataan wisata sungainya juga udah makin oke. Apalagi sekarang tren swafoto, sehingga memancing wisatawan lain untuk berkunjung dengan hasil swafoto yang dibagikan di sosial media," ujarnya.

Namun demikian menurut Dewi, pemerintah melalui Dinas Pariwisata, masih terkesan belum memanfaatkan peluang tersebut. Pemerintah belum serius dalam program pengembangan pariwisata. Ini terbukti dengan penganggaran di bidang pariwisata yang minim.

"Jika pemerintah kita fokus dalam pengembangan pariwisata dan anggaran besar, dan sudah pasti banyak fasilitas maupun program kepariwisataan akan ikut terfasilitasi," ungkapnya.

Dia mencotohkan, di beberapa kabupaten pengembangan destinasi wisata memiliki potensi besar, namun masih terkendala infrastruktur serta penunjang lainnya yang belum terpenuhi.

"Kemudian promosinya juga masih kurang. Pariwisata seperti ‘dianak tirikan’, padahal peranan pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata sangat dibutuhkan. Khususnya kebijakan, di samping meningkatkan kunjungan wisatawan juga berpotensi memberikan sumbangsih terhadap perekonomian daerah," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalbar, Arianto menyampaikan perkembangan pariwisata jika dilihat dari jumlah kunjungan wisman yang datang ke Kalbar pada Juli 2017 mencapai 2.816 kunjungan. 

Akan tetapi terjadi penurunan jika dibandingkan dengan bulan Juni 2017. "Terjadi penurunan sebesar 23, 52 persen, jika dibandingkan dengan kunjungan wisman di bulan Juni 2017 sebanyak 3.682 kunjungan," katanya. (ova/and)