Lahan Parkir Tak Memadai Rusak Tata Kota

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 307

Lahan Parkir Tak Memadai Rusak Tata Kota
SEMRAWUT – Kondisi parkir kendaraan di Jalan Tanjungpura tampak semrawut, Senin (11/9). Pemerintah Kota Pontianak meminta, pengusaha agar menyediakan lahan parkir memadai agar tak menambah macet jalan raya. Dok SP

Geliat Usaha di Pontianak


Geliat usaha di Kota Pontianak makin hari makin besar. Tapi sayangnya, hal itu juga memberi masalah lain. Salah satunya, kemacetan lantaran pemilik usaha tidak menyediakan lahan parkir yang memadai.

SP - Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, saat ini usaha semisal kuliner tak hanya ada di ruas jalan utama. Namun juga ke jalan lingkungan dan gang. Keterbatasan lahan parkir membuat pengunjung terpaksa memarkirkan kendaraan di badan jalan. Tak ayal hal ini menyebabkan penyempitan dan berujung kemacetan.

“Kita sudah ada standar syarat bidang usaha yang harus menyiapkan parkir. Perda bangunan gedung sudah mensyaratkan juga luasan parkir untuk jenis bangunan tertentu,” ungkapnya Senin (11/9).

Edi mencontohkan, warung-warung kopi yang ada di pinggir jalan. Semestinya mereka turut menyediakan lahan parkir untuk pengunjung.

“Kita harap pengusaha harus memikirkan parkir untuk tempat usaha yang menyedot banyak pengunjung sehingga tidak menjadi macet. Misalnya di warung kopi ini akan kita coba, sekaligus membina dan mengajak diskusi betapa pentingnya lahan parkir di tempat usaha,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya memang berharap masyarakat Pontianak memiliki jiwa wirausaha tinggi. Sekarang, wirausaha di Pontianak masih di bawah 10 persen. Untuk sebuah kota, idealnya di atas 40-50 persen.

Di satu sisi, banyaknya pengusaha meningkatkan pendapatan masyarakat dan pajak daerah. Tapi tentu ada risiko lain, yakni soal limbah dan lalu lintas tadi.

“Misalnya warung makan Mak Etek di Jalan Putri Dara Hitam, ramai pengunjung tapi macet karena parkir di badan jalan hampir separuh, akhirnya kita ingatkan. Dinas Perhubungan razia lapangan dilarang parkir di badan jalan. Di lapangan juga ada penindakan pada masyarakat yang parkir,” jabarnya.

Untuk meningkatkan geliat usaha, Pemkot Pontianak sudah memberi peluang. Salah satunya dengan kemudahan proses perizinan. Selain itu, pengurusan izin kini juga sudah cepat dengan biaya murah. Asal syarat lengkap, izin bisa jadi dalam waktu 6,5 jam.

“Kita bahkan 6,5 jam (izin) bisa keluar asal lampiran persyaratan lengkap. Bahkan dalam Perda kalau ada keterlambatan satu hari, akan dibebaskan dua persen dari biaya resmi,” pungkasnya. (kristiawan balasa/and)

Komentar