Penyelundupan Kayu Meranti Ilegal Digagalkan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 909

Penyelundupan Kayu Meranti Ilegal Digagalkan
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Anggota Subdit IV, Direktorat Intelkam Polda Kalbar menggagalkan upaya penyelundupan kayu ilegal, dengan menangkap seorang sopir truk pembawa kayu tersebut berinisial AN, di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (10/9).

Kasus illegal logging ini pun, kini sudah dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Pontianak, guna pengembangan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menjelaskan kronologis penangkapan truk bermuatan kayu tak berdokumen resmi ini, ketika gelar patroli dan monitoring oleh anggota Intelkam di Jalan Trans Kalimantan, Desa Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, pada Minggu (10/9) sekitar pukul 04.00 WIB.

Anggota melihat satu unit truk melintas bermuatan penuh. Turk tersebut kata Husni, tampak mencurigakan. Dari kecurigaan itu, lantas anggota mengejar dan berhasil menghentikan truk tersebut. 

Setelah berhasil dihentikan, kemudian anggota mengecek muatan truk. Hasilnya, terungkap bahwa truk yang dikendarai AN mengangkut kayu olahan berjenis meranti. AN tak mampu menunjukkan dokumen perizinannya.

"Kemudian AN beserta truk diamankankan ke Polda Kalbar. Setelah itu, anggota Subdit IV Intelkam Polda Kalbar, berkoordinasi dengan kita, untuk dikembangkan,” kata Husni, Senin (11/9).

Kini, AN juga telah digiring ke Polresta Pontianak untuk diperiksa lebih lanjut. Menurut Husni, dari hasil pemeriksaan awal, kayu ilegal tersebut akan dibawa ke seorang pemesan yang beralamat di Gang Budaya, Sungai Ambawang.

"AN mengaku telah mengangkut kayu ini sebanyak dua kali ke tempat tersebut. Dalam sekali pengangkutan dia diupah oleh pemilik truk berinisial MU, sebesar Rp800 ribu. Pemilik truk adalah warga Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang," jelasnya.

Husni menegaskan, penguasaan kayu illegal logging telah melanggar Pasal 83 Ayat (1) Huruf b Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. (abd/and)

Komentar