Empat Orang Diamankan Terkait Tewasnya Guru SMP 2 Siantan Hilir

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 556

Empat Orang Diamankan Terkait Tewasnya Guru SMP 2 Siantan Hilir
Ilustrasi (SP/Net)
PONTIANAK, SP - Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kalbar, Kombes Pol Asep Safuridn memastikan, pihaknya akan terus mendalami kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang guru sekolah bernama Adrianus Amid (47) meninggal dunia.

Saat ini, sudah ada empat tersangka yang ditahan oleh polisi, karena diduga turut serta melakukan tindak pidana pengeroyokan dan penganiyaan tersebut.

"Nanti penyidik dari Krimum akan mendalami. Hasil penyidikan nanti akan menenutukan, apakah ada tersangka baru atau tidak," kata Asep Safrudin, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/9).

Saat dikonfirmasi mengenai apa peran masing-masing empat tersangka ini dalam kasus pengeroyokan tersebut, Asep mengatakan, hal itu juga masih didalami pihaknya.

Namun yang pasti, keempat tersangka sudah mengakui perbuatannya memukul korban, hingga menyebabkan korban pingsan dan dibawa ke rumah sakit. "Nanti kita akan lakukan rekonstruksi juga, untuk memperjelas kejadian pengeroyokan dan penganiayaan tersebut," tegasnya.

Mengenai motif pengeroyokan, Asep mengatakan, sementara diduga soal mobil rental yang disewa korban. "Informasi yang didapat, motifnya sekelompok orang tersangka ini (pelaku) akan mengambil mobil rentalan yang disewa korban. Namun ini masih kita dalami," jelasnya.

Secara singkat Asep menerangkan, kronologis kejadian pengeroyokan yang dialami korban pada Sabtu (1/9) dinihari. Menurutnya, saat itu sekelompok orang tak dikenal mendatangi rumah korban.

Diduga, semula sekelompok orang ini mencari satu unit mobil merk Juke yang informasinya, mobil tersebut berada di rumah korban. Saat tiba di rumah korban, mobil yang dicari tidak ada.

Selanjutnya, sekelompok orang ini menanyakan ke korban perihal keberadaan mobil yang sedang dicari tersebut. Korban pun mengatakan, ada di rumah temannya di Siantan.

Kemudian, korban diajak sekelompok orang tersebut untuk menunjukkan alamat yang disebutkan korban. Saat sampai ke alamat itu, ternyata mobil yang dicari juga tak ditemukan.

Dari situ, kemudian korban dianiaya secara bersama sama oleh sekelompok orang ini, sampai korban tak sadarkan diri, dan kemudian korban dibawa ke rumah sakit. "Korban dianiaya di dalam mobil," terangnya.

Informasi sementara, sekelompok orang yang mendatangi korban, merupakan pemilik rental mobil. "Ini masih informasi awal dan masih kita dalami," katanya.

Dalam kasus ini juga diperoleh informasi, dugaan oknum aparat yang dikabarkan ikut terlibat. Menanggapi hal itu, Asep menjamin pihak kepolisian akan berlaku profesional, dalam mengungkap peristiwa pengeroyokan yang telah merenggut nyawa korban.

"Siapa pun yang terlibat dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia, kita akan proses hukum seadil-adilnya. Kepolisian akan bekerja profesioanal," tegasnya.

Kepada empat tersangka yang kini sudah ditangkap, akan dijerat dengan Pasal 170, 351 KUHP tentang Penganiayaan. "Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara," pungkasnya. (abd/lis)