Pemkot Klaim Swasembada Pangan Lebihi Target

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 342

Pemkot Klaim Swasembada Pangan Lebihi Target
ALOEVERA – Pihak Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kota Pontianak, mengklaim pencapaian program swasembada pangan dengan lahan yang minim, melebihi target. Bahkan, lahan yang ada masih dapat dimanfaatkan untuk budi daya Aloevera. Ist
PONTIANAK, SP – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro mengklaim pencapaian program swasembada pangan di Kota Pontianak oleh Pemerintah Pusat melebihi target meski lahan di kota ini terbatas.

"Kita malah melebihi target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, begitu juga dengan program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab). Ini dilihat dari program pertanian, dimana untuk Serapan Gabah (Sergab) Pontianak tahun ini targetnya 67 ton, sementara hasil capaian 362,38 ton,” katanya, kemarin.

Padahal menurutnya, jika melihat luas tanam sudah semakin terbatas, sehingga potensi tanam di kawasan kota semakin kecil. "Dari kunjungan Pemerintah Papua dan Kalteng kemarin ke Pontianak mereka masih terheran-heran dengan pencapaian program kita, terlebih Kalteng yang merasa salut bahwa kita masih ada potensi tanam Aloevera," sebutnya.

Bintoro juga menjelaskan terkait tanaman holtikultura, yang sangat erat kaitannya terhadap inflasi, seperti sawi keriting, sawi manis dan Bayam. Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan beberapa program sebagai upaya menekan hal terebut.

"Sayur-sayuran ini tidak boleh lengah sedikit langsung terjadi inflasi, maka dari itu kita sebelumnya melakukan program, yang didukung oleh ibu wali kota dengan membagikan 1.000 polybag ke setiap kecamatan di Kota Pontianak, ini juga membantu, dan akan terus kita jaga kestabilannya," katanya.

Sementara itu terhadap komoditas lain, seperti bawang merah, saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan tanaman bawang di lahan seluas lima hektare di kawasan Kecamatan Pontianak Utara.

"Satu hektare nya bisa memperoleh tujuh ton bawang dalam setiap kali panen. Dan kita sudah beberapa kali panen meski dalam tahap uji coba," sambungnya.

Bintoro menjelaskan, kebutuhan bawang merah di Kota Pontianak per harinya mencapai 60 ton. Meski belum memanfaatkan hasil tanam lantaran belum mencukupi, namun dapat menekan inflasi.

"Memang masih kurang jauh, tapi kita coba dengan upaya yang bisa kita lakukan, sebab orang hanya menilai kita tidak bisa menanam bawang, tapi ternyata kita bisa meski belum mencukupi sepenuhnya," pungkasnya. (ova/and)