Hanura Sanggau Dukung Pencalonan Suyanto dan Harry Daya di Pilkada

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 913

Hanura Sanggau Dukung Pencalonan Suyanto dan Harry Daya di Pilkada
FOTO BERSAMA - Ketua DPD Hanura Kalbar Suyanto Tanjung, Wakil Ketua DPC Hanura Sanggau Tommy Hirono dan Sekjen DPD Hanura Kalbar, Harry Daya berfoto bersama usai Rapat Koordinasi Hanura Kalbar di Grand Mahkota Hotel, Senin (18/9). IST
PONTIANAK, SP - DPC Hanura Sanggau siap dukung penuh pencalonan Ketua DPD Hanura Kalbar Suyanto Tanjung dan Sekretaris DPD Hanura Kalbar Harry Daya sebagai Gubernur Kalimantan Barat dan Wakil Wali Kota Pontianak. Kedua kader Hanura ini dianggap mumpuni untuk memimpin daerah.

Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sanggau, Tommy Hirono menyatakan siap memberi dukungan penuh gerakan yang dilakukan oleh bakal calon Gubernur Suyanto Tanjung dan Wakil Wali Kota Harry Daya. Tommy menilai pria yang akrab disapa Ajung dan Superman tersebut selalu berpikir dengan ide-ide yang sederhana namun selalu bermanfaat.

"Saya mendukung. Karena saya melihat Pak Tanjung ini selalu punya ide berpikir yang rasional lewat idenya yang ingin menjadikan status jalan nasional pada beberapa jalan provinsi yang mengalami kerusak ringan, sedang dan parah. Untuk mendukung dan memberikan solusi Suyanto Tanjung akan menyediakan sejumlah alat berat di kabupaten dan kota di Kalbar, sehingga jika ada kerusakan jalan maka bisa langsung ditangani lebih cepat," papar Tommy pada Suara Pemred, Kamis (21/9).

Sementara, sosok Harry Daya dirasa mampu membuat Kota Pontianak yang merupakan kota dagang dan jasa, makin maju di sektor pariwisata. Harry yang memiliki ide untuk membangun kota wisata air bertaraf internasional di Sungai Kapuas, jadi terobosan menarik dalam membangun kota.

"Menurut saya adalah ide yang sangat kreatif dan inovatif untuk pertumbuhan ekonomi baru yang dapat menyerap ribuan tenaga kerja bagi masyarakat Kota Pontianak," katanya.

Tommy berharap, lewat ide-ide yang sudah ditawarkan para bakal calon Guburnur dan Wakil Wali Kota tersebut bisa memecahkan sebagian masalah di Pontianak dan Kalimantan Barat pada khususnya. Apalagi kedua kader Hanura ini adalah calon pemimpin dari figur pemimpin muda. Dia menambahkan, ada satu prinsip kepemimpinan dalam falsafah budaya Jawa yang menyebut kriteria pemimpin.

"Pemimpin sebaiknya memenuhi kriteria bener, pinter dan banter," tuturnya.

Lebih lanjut, Tommy mengungkapkan "bener" atau dalam bahasa Indonesia berarti benar, mensyaratkan pemimpin memiliki kejujuran, baik secara moral. Dalam konteks Indonesia, harus bersih, bebas korupsi serta berintegritas. Adapun pinter atau pintar merujuk pada seorang pemimpin harus mumpuni, punya kompetensi, dan intelektualitas yang cukup.

"Singkatnya memiliki kapasitas dan kapabiltas, kualitas intelektual," tambah wakil ketua DPC Hanura Sanggau ini.

Unsur terakhir banter atau cepat, dimaknai bahwa pemimpin yang terbaik itu cepat tanggap terhadap setiap masalah yang dihadapi rakyatnya. Cepat membuat keputusan dan mampu memberi solusi. Tak kalah penting juga, pemimpin perlu kreatif dan inovatif guna merespons berbagai perubahan sosial budaya.

"Pemimpin selalu berpikir maju mengikuti perkembangan zaman. Ini yang akan membawa perubahan dan kemajuan sebuah daerah. Banter ini yang biasanya dimiliki para pemimpin muda," pungkas Tommy. (bls)