Devi Tiomana: Pelakasanaan UU Perlindungan Anak Belum Efektif

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 467

Devi Tiomana: Pelakasanaan UU Perlindungan Anak Belum Efektif
Devi Tiomana (Net)
PONTIANAK, SP - Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), Devi Tiomana berpendapat, sebenarnya undang-undang yang ada sudah baik, asal dijalankan dengan efektif. Selama ini hukum tak sesuai dengan apa yang diamanatkan. Masih ada tawar-menawar dan pengaruh kepentingan berbagai pihak.

Menurutnya, UU yang ada sudah mengandung hukuman berat, bila berjalan dengan semestinya. “Aparat harus bersih, tidak ada kepentingan, apalagi kalau yang jadi pelaku seorang pejabat. Orang yang punya uang, ada akses politik, atau birokrasi. Hasilnya, ketidakefektifan dan tebang pilih,” ujarnya.

Keluhan soal hukum terhadap kasus kekerasan anak dan perempuan tak lain tak bukan adalah soal menawar dalam proses hukum. Jika penegakannya dilaksanakan sesuai aturan, tanpa pandang bulu, semua akan baik. Sayangnya, justru berkebalikan.

Misal (kasus) dosen cabul hilang begitu saja, tidak jelas. Di Kalbar sangat tidak bagus. Ada banyak kasus hilang, kalau tidak pun vonis bebas, misalnya kasus pengusaha sawit, banyak juga kasus yang prostitusi anak, maminya hilang, cuma anak yang dibawa ke peradilan, walau divonis bersalah dan dikembalikan ke orangtua.

"Tidak ada orang dewasa yang terlibat, tidak ada sama sekali," ujarnya.

Menurut Devi, akan percuma wacana apa pun jika tidak dilakukan secara efektif. Jika undang-undang yang ada sudah dilaksanakan, barulah berpikir untuk menambah pemberatan lain.

"Ada ancaman 20 tahun penjara, termasuk berat itu, belum dikebiri dan sebagainya, itu saja tidak dilakukan. Nanti ada wacana ini itu, ujungnya tidak dilaksanakan," pungkasnya. (bls/lis)