Momentum Memasyarakatkan Salam Islami

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 346

Momentum Memasyarakatkan Salam Islami
KABAH - Salah satu peserta Pawai Taaruf membawa ornamen Kabah. Pawai tahun ini diikuti 9.264 peserta pejalan kaki dan 43 kendaraan hias meramaikan Pawai Taaruf 1 Muharram 1439 Hijriyah di Kota Pontianak, di Masjid Raya Mujahidin, Selasa (21/9). SP/Balasa

Pawai Taaruf 1 Muharram 1439 H


9.264 peserta pejalan kaki dan 43 kendaraan hias meramaikan Pawai Taaruf 1 Muharram 1439 Hijriyah di Kota Pontianak. Peserta pejalan kaki berasal dari para pelajar, sementara kendaraan hias terdiri dari 24 peserta umum dan 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Pontianak. 

SP - Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berpesan agar para umat Muslim membiasakan mengucap salam saat saling sapa.

Pawai tahun ini sengaja dimulai dari Masjid Mujahidin dan tidak dari Alun-alun Kapuas sebagaimana biasa. Alasannya, agar terhindar dari macet panjang lantaran ada pembongkaran jembatan di Jalan Imam Bonjol. 

Peserta yang mencapai ribuan memang bisa bikin macet jalan. Terlebih, perayaan setahun sekali ini, menarik perhatian orang. Hiasan mobil dan atribut peserta dan tampilan drum band, bikin semarak menyambut tahun baru Islam.

"Alhamdulillah tahun ini sangat meriah, dan saya mengajak kepada seluruh umat Islam untuk lebih memasyarakatkan salam. Karena dengan memasyarakatkan salam dan setiap bertemu saling mengucapkan salam, bisa menghindari hal-hal yang tidak nyaman," kata Sutarmidji, usai melepas peserta di Masjid Mujahidin Pontianak, Kamis (21/9).

Sutarmidji mencontohkan, hal-hal yang panas bisa didinginkan dengan salam. Salam disebutnya menyejukkan, dan jadi kunci untuk mempererat tali persatuan umat.

"Ke depan juga, kita ingin acara Islam dan penyambutan tahun baru Islam lebih  meriah lagi, saat ini banyak diikuti pelajar, ke depan kita akan ajak semua kalangan masyarakat yang ikut, selain itu para komunitas juga," tambahnya.

Malah dia mengajak umat non Muslim ikut serta dalam agenda mendatang. Islam katanya rahmatan lilalamin. Hadir untuk semua kalangan dan golongan. Momentum tahun baru Islam diharapnya jadi awal perbaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak, Raihan menambahkan, peringatan ini diharap bisa menyebarluaskan lambang-lambang Islam. Contohnya, Islam diwajibkan salat, di mana ibadah itu bisa dilakukan di masjid. Selain itu juga dengan salam.

"Atau dengan salam, gunakan lambang Islam dengan assalamualaikum. Harapan ke depan, sebagai umat Islam kita mulai menghidupkan suasana Islami dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (kristiawan balasa/and)

Komentar