Langganan SP 2

Ini Pendapatan Setahun Pemkot dari Penyewaan Gedung PCC

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 782

Ini Pendapatan Setahun Pemkot dari Penyewaan Gedung PCC
Ilustrasi (SP/Net)
PONTIANAK, SP - Gedung serbaguna Pontianak Convention Center (PCC) milik Pemerintah Kota Pontianak menghasilkan pendapatan Rp1,3 miliar pada tahun 2016. Kepala Bidang Pengeloaan Aset Daerah Kota Pontianak, Uray Dwi Koryadi menerangkan, pada tahun 2017, mereka diberi target Rp1,4 miliar untuk penyewaan gedung PCC.

“Tiap tahun terus meningkat, maka kita pun dapat beban menambah pendapatan. Dari tahun sebelumnya (target) Rp1,2 miliar kita bisa Rp1,3 miliar. Untuk tahun 2017, jadi Rp1,4 miliar. Harapannya terus naik. Tapi untuk menentukan target, kita juga melihat potensi,” katanya, Selasa (26/9).

Besaran sewa gedung itu diatur dalam Perda Kota Pontianak Nomor 15 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha. Dia menjabarkan, selama ini, pemanfaatan PCC biasanya dipakai untuk acara pernikahan atau gelaran pameran. Tarifnya pun beda satu sama lain.

Untuk pernikahan, biaya sewa sebesar Rp10 juta. Ditambah service cash sepuluh persen dari harga sewa. Kemudian, ada tambahan pengelolaan parkir sebesar Rp500 ribu. Total, Rp11,5 juta harus dikeluarkan mereka yang ingin menggunakan PCC, sebagai lokasi resepsi pernikahan per harinya.

“Untuk wedding, perlu juga disusun parkir, tidak mungkin kita orang wedding parkir kita tarik, jadi ada pengelola parkir. Parkir itu dibebankan pada masyarakat yang menggunakan. Total khusus untuk wedding itu Rp11,5 juta,” jelasnya.

Sementara untuk pameran, ada beda antara agenda komersil dan nonkomersil. Jika pameran komersil, penyewaan gedung dikenai biaya Rp11 juta. Kadang, dalam pameran, halaman PCC juga dipakai, maka ada tambahan sewa Rp1 juta. Jika ada tambahan lain, total semuanya baru dikalkulasikan dengan biaya service cash sebesar sepuluh persen.

“Hanya memang kendalanya, kadang dia sudah booking, kemudian terjadi satu dan lain hal, lalu batal. Padahal untuk satu even dia lima hari, pemasukannya sudah hampir Rp60 juta, hitungannya beda-beda, sekitar Rp14 juta per hari,” ungkapnya.

Pemanfaatan PCC, tidak semata-mata untuk lokasi resepsi pernikahan dan pameran. Ada banyak kegiatan kemasyarakatan, pemerintahan dan sosial yang digelar di sana. Kegiatan macam itu dapat keringanan dalam sewa. Malah bisa digratiskan.

“Khusus untuk keringanan terhadap tarif, keputusannya ada pada wali kota. Beliau yang menentukan, apakah nanti dipotong sekian persen atau dibebaskan,” katanya.

Animo masyarakat ingin menggunakan PCC memang besar. Sampai-sampai saat ini, sudah ada yang memesan untuk acara pada Oktober 2018 nanti. Saat ini, pihaknya pun terus melakukan peningkatan layanan dan sarana prasarana dalam gedung. Pembenahan ini dilakukan untuk menjaga kepuasan masyarakat.

“Untuk tambahan bangunan ke depan, saya tidak bisa menyampaikan, karena ada beberapa OPD yang menangani, termasuk renovasi dan perawatan. Kalau kami semata-mata dari pengelolaan dan pemanfaatan aset itu saja,” pungkasnya. (bls/lis)