KPU Kalbar Jelaskan Mekanisme dan Syarat Dukungan Calon Independen

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 562

KPU Kalbar Jelaskan Mekanisme dan Syarat Dukungan Calon Independen
Anggota KPU Kalbar, Delfinus (net)
PONTIANAK, SP - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar Bidang Pencalonan, Delfinus menjelaskan, syarat dukungan minimal untuk bakal calon perseorangan dalam Pilkada Serentak 2018 mendatang berbeda-beda.

“Dukungan yang diserahkan ke KPU Provinsi akan diteliti secara administrasi terlebih dahulu, dengan mencocokkan antara daftar dukungan dengan fotokopi KTP. Termasuk dugaan dukungan ganda,” terang Delfinus, Rabu (27/9) siang.

Ia menjelaskan, pendaftaran awal bakal calon perseorangan akan dimulai 22-26 November 2017 untuk Pilgub Kalbar, dan mulai 25-29 November 2017 untuk Pilbup/Pilwako.

Selanjutnya, KPU akan meneliti administrasi dengan melihat kesesuaian nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat dan status. Untuk menghindari dukungan ganda, KPU juga menggunakan aplikasi Silon.

“Daftar dukungan juga dicocokkan dengan DPT pemilu/pemilihan terakhir dan DP4. Dari hasil penelitian administrasi, pasti sudah akan mengurangi jumlah dukungan,” ungkapnya.

Dukungan yang sudah diteliti secara administrasi itu akan divefirikasi faktual oleh PPS selama 14 hari. Terhitung tanggal 12-25 Desember 2017. Verifikasi faktual dilakukan dengan mendatangi pendukung dari rumah ke rumah, untuk menanyakan kebenaran dukungan. Jika tak dapat ditemui di rumah, pendukung bisa dikumpulkan oleh tim paslon untuk diverifikasi.

“Dan kalau dikumpulkan juga tidak hadir, pendukung masih dapat datang ke PPS untuk difaktual sebelum batas terakhir verifikasi faktual,” imbuhnya.

Ketika sudah melewati verifikasi faktual dan hasilnya syarat dukungan kurang, bakal calon masih bisa mencalonkan dengan syarat menyerahkan dua kali lipat dari jumlah kekurangan dukungan. Kurangnya dukungan, salah satunya disebabkan dukungan ganda. Sanksi yang diberikan KPU hanya sekadar pencoretan dari daftar pendukung.

Pendaftaran resmi akan dimulai 8-10 Januari 2018. Untuk kasus jumlah dukungan kurang usai verifikasi faktual, calon tetap bisa mendaftar. Misalnya usai verifikasi dinyatakan kurang seribu, maka dalam pendaftaran Januari itu, turut melampirkan kekurangan dukungan dua kali lipat, yakni dua ribu dukungan.

“Nanti dua ribu itu diperiksa lagi. Kalau ternyata tidak memenuhi seribu, maka tidak memenuhi syarat dan gugur pencalonannya,” ungkapnya.

Mekanisme pencalonan perseorangan memang lebih repot dibandingkan lewat jalur partai. Saat pendaftaran pada November 2017, calon sudah harus berpasangan. Dalam surat pernyataan dukungan pun, sudah tampak pasangan independen mana yang didukung.

“Mereka tidak boleh ganti pasangan, kecuali meninggal dunia. Dan Januari itu tidak boleh tiba-tiba daftar pakai partai. Kalau sudah masuk administrasi kita, tidak boleh mundur. Kecuali dia tidak mendaftar di Januari nanti, itu bisa saja,” pungkasnya. (bls/lis)