Ahli Waris Jemaah Meninggal Dapat Rp15,1 Juta

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 441

Ahli Waris Jemaah Meninggal Dapat Rp15,1 Juta
JEMAAH SAKIT – Kondisi jemaah haji yang dirawat di tanah suci beberapa waktu lalu. Pihak Kanwil Kemenag Kalbar menyatakan ahli waris jemaah haji yang meninggal dunia akan mendapatkan uang santunan senilai Rp15,1 juta. Antara Foto

Santunan dan Asuransi Haji


Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar, akan memberikan santunan kepada pihak keluarga jemaah haji yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Santunan ini berupa klaim asuransi sebesar Rp15,1 juta.

SP - Kasi Akomodasi dan Transportasi Haji, Kanwil Kemenag Kalbar, Anwar Ayub mengatakan, proses pengajuan klaim dapat dilakukan dari masing-masing kabupaten/kota asal jemaah haji tersebut.

"Jadi, dari Bagian Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang mengurus. Ahli waris hanya melengkapi persyaratan yang diminta saja," ujarnya di Pontianak, Senin (2/10) siang.

Pengklaiman dana asuransi dilakukan oleh ahli waris di Bagian Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Tahun ini, ada 11 jemaah haji yang meninggal dunia selama menjalani tahapan ibadah.

Dari jumah tersebut, dua di antaranya meninggal di Madinah. Satu orang meninggal di Pontianak, dan delapan meninggal di Mekkah. Jemaah terakhir yang meninggal dunia bernama Dayang Sudimaningsih, warga Kabupaten Melawi.

Sebelum meninggal, Dayang sempat menjalani perawatan medis di King Fahd Hospital, Arab Saudi.

"Iya, ibu Dayang meninggal kemarin tanggal 30 September di Madinah. Beliau sempat menjalani perawatan medis," kata Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Kalbar, Husnul Azmi, kemarin.

Klaim asuransi ini dilakukan di semua provinsi. Klaim ini karena sebelumnya setiap jemaah telah membayar premi sebesar Rp50 ribu dari dana optimalisasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Besaran premi itu merupakan kesepakatan antara pemerintah dan Komisi VIII DPR RI.

Asuransi berlaku sejak jemaah haji keluar dari rumah menuju embarkasi-tanah suci Mekkah hingga kembali ke tanah air. Hanya saja, asuransi ini tidak berlaku, jika jemaah sampai ke rumah dan kemudian meninggal dunia.

Di samping jemaah yang meninggal dunia, asuransi juga diberikan kepada jemaah yang terkena musibah hingga mengalami cacat tetap dengan klaim asuransi sebesar 200 persen dari asuransi kematian.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Pemprov Kalbar akan mengevaluasi pelaksanaan dan pelayanan ibadah haji tahun ini.

"Bulan Oktober ini kami akan melakukan evaluasinya," kata PPIH Pemprov Kalbar, Mahmudah, di Pontianak, Senin (2/10).

Dia menerangkan, secara keseluruhan pelaksanaan ibadah haji tahun ini lebih baik. Meski begitu, dia tidak menyangkal adanya beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Salah satunya menyangkut dengan beban biaya bagi jemaah ketika tiba di Batam sepulang dari pelaksanaan ibadah haji.

Dia mengatakan, sesuai surat edaran, biaya tersebut dibebankan ke Pemprov.

"Dari edaran itu memang dibebankan di APBD, tapi tidak dicantumkan, makanya tidak dibayarkan. Kami pun menekankan agar jemaah tidak membayar juga. Ini yang menjadi evaluasi kami untuk ke depannya agar tidak ada lagi biaya yang dikeluarkan jemaah," terangnya.

Menurutnya, evaluasi ini hanya untuk lokal saja. “Kami sudah berupaya sebaik mungkin, tetap ada kekurangan dan itu tidak mempengaruhi pelayanan kami kepada jemaah,” imbuhnya. (umar faruq/and)