Harry Minta Pawang Buaya Dilibatkan Jaga Sungai Kapuas

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 248

Harry Minta Pawang Buaya Dilibatkan Jaga Sungai Kapuas
Penampakan Buaya Di Sungai Kapuas. Youtube.com
PONTIANAK, SP – Calon Wakil Wali Kota Pontianak, Harry Daya berencana akan melibatkan para pawang buaya terbaik di Kalimantan Barat, untuk menjadi pengawas kawasan perairan Sungai Kapuas.

"Jika terpilih atau tidak, saya tetap memperjuangkan kawasan perairan Sungai Kapuas menjadi kawasan pariwisata air bertaraf internasional. Siapa pun nantinya yang memimpin,  impian itu harus jadi. Karena sangat berdampak positif bagi kelangsungan hidup banyak orang dan bisa menjadi ikon Kalbar di mata dunia jika kita semua peduli," katanya, Rabu (4/10).

Jika ingin membangun pariwisata di sana, menurutnya rasa aman menjadi salah satu yang harus dijaga. Apalagi beberapa waktu lalu warga sekitar sempat diresahkan dengan munculnya buaya.

"Jika pembangunan atau penataan kawasan itu dilaksanakan, tentu diperlukan para pawang buaya berpengalaman untuk turun ikut mengamankan buaya-buaya tersebut. Teknis kerja dan honornya tentu nanti dikaji lebih dalam," kata mantan anggota DPRD Kota Pontianak ini.

Selain itu, mungkin lewat bantuan pawang buaya, dapat diketahui kapan waktu kemunculan buaya tersebut. Apakah memang terganggu habitatnya atau ada hal lain. Menurut tokoh muda yang sering dijuluki Superman ini, Kota Pontianak ke depan harus menciptakan kawasan baru yang menimbulkan efek domino yang besar di segala bidang.   

"Yang paling tepat adalah memberdayakan kawasan pinggiran Sungai Kapuas. Di sana dibangun tempat atau lokasi yang nyaman, aman untuk berolahraga di air, lomba dayung sampan atau untuk olahraga joging dan bersepeda di pagi dan sore hari," katanya. 

Selain itu, Sekjen DPD Hanura Kalbar ini yakin, dengan dijadikan Sungai Kapuas sebagai pusat wisata, berbagai pusat hiburan, kuliner, suvenir, restoran, kafe, musik, tari, penginapan dan lain sebagainya akan tumbuh. Harry mendambakan Pontianak bisa mencontoh Bali atau Singapura yang sukses menjadikan kawasan air pusat wisata dunia. 

"Kenapa tidak kita contoh jika itu baik, sehingga ada pertumbuhan ekonomi baru, ada dampak ribuan tenaga kerja bisa terserap. Banyak industri rumahan lokal yang akan tumbuh, dan menjadikan ribuan warga sekitar sungai bisa hidup layak karena akan dilibatkan untuk kearifan lokalnya," ucapnya. 

Semua itu bisa terwujud jika berbagai pihak memiliki kesadaran bahwa apapun bentuknya, pembangunan harus berdampak atau memiliki efek menyejahterakan rakyat banyak. Apalagi sebagian besar masyarakat Kota Pontianak yang tinggal di tepian Kapuas hidup kurang layak.

"Semua bisa berjalan lancar, kita butuh pawang-pawang buaya berpengalaman untuk patroli setiap harinya agar aman. Sehingga cita-cita terwujudnya Sungai Kapuas menjadi kawasan wisata bertaraf internasional bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sosial dan olahraga baru untuk Kalbar," jabarnya. 

Harry juga berharap lembaga kepemudaan dan ormas-ormas dilibatkan langsung dengan simbol-simbol pakaian khas daerah Pontianak. Sebagaimana Pecalang di Bali. 

"Nah, kita bisa mencontoh itu, sehingga mereka bisa hidup dengan layak dan membawa rezeki yang sehat untuk keluarganya di rumah," imbuhnya. 

Selain itu, Harry juga bercita-cita akan membuat patung ikan Arwana yang megah seperti ikon Singa di Singapura. Patung dibuat megah, dan memiliki daya tarik sebagai ikon untuk difoto. 

"Wisatawan dalam dan luar negeri senang dan bangga berfoto di sana. Sehingga menjadi viral ke seluruh mancanegara. Dan tanpa mereka sadari jutaan orang menjadi pemasar untuk kota wisata Pontianak. Tinggal kita menyiapkan kawasan sungai itu sebagai magnet yang bisa menarik jutaan wisatawan untuk  berkunjung," pungkasnya. (bls/and)