Langganan SP 2

e-Book Kalbar Diluncurkan Awal November

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 182

e-Book Kalbar Diluncurkan Awal November
MENCARI BUKU – Tampak murid SD Bruder, tengah asyik mencari buku bacaan di perpustakaan Taman Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan, belum lama ini. Guna meningkatkan minat baca pula, Pemprov Kalbar segera meluncurkan perpustakaan digital. SP/Balasa
PONTIANAK, SP – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya mengatakan dalam waktu dekat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, akan meluncurkan perpustakaan digital dengan nama e-Book Kalbar.

"Kalau tidak ada halangan itu akan diluncurkan pada awal November nanti, bersamaan dengan kegiatan Book Fair," kata Christiandy di Pontianak, kemarin.

Menurutnya, perpustakaan digital ini nantinya akan menjadi perpustakaan masa depan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, yang diarahkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Kalbar bersama DPRD setempat juga sedang menyusun Raperda tentang Perpustakaan. Raperda ini diarahkan untuk melakukan dan menjadikan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan secara profesional.

"Kita ingin memberikan layanan perpustakaan kepada masyarakat secara cepat, tepat dan akurat. Dengan demikian, kita menjamin kelangsungan pengelolaan perpustakaan yang baik di daerah," tuturnya.

Tujuan lainnya, kata Christiandy, pihaknya ingin masyarakat dapat menumbuhkan minat baca untuk memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.

Terkait hal tersebut, Christiandy berharap pemerintah kabupaten/kota dan kecamatan yang ada di seluruh Kalbar dapat mendukung Perda tersebut dengan pembuatan Perda dan Perdes serupa. 
Dengan demikian, akan terjadi sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat desa.

"Kami berharap pemerintah desa saat ini sudah mulai mempersiapkan infrastruktur untuk pembentukan perpustakaan di tingkat desa. Bisa saja menggunakan dana dari ADD atau pihak ketiga," katanya.

Jika infrastruktur perpustakaan tersebut sudah tersedia, nantinya Pemprov Kalbar bisa memberikan bantuan hibah buku bagi perpustakaan tersebut.

Christiandy mengutarakan, hal ini sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam Undang-undang Nomor 43 tahun 2007. UU tersebut menyebutkan bahwa pengelolaan dan wewenang untuk perpustakaan itu menjadi kewajiban dari pemerintah desa, sehingga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota hanya melakukan pembinaan.

Sementara itu, di Kota Pontianak, pemerintah setempat tengah gencar membangun perpustakaan. Setidaknya ada empat perpustakaan yang dibangu di sejumlah taman kota, di antaranya Taman Alun Kapuas, Taman Akcaya, Taman Digulis, dan satu perpustakaan digital di Taman depan Fakultas Teknik Untan.

Pembangunan perpustakaan taman, sebagai bagian dari variabel meningkatkan kebahagiaan masyarakat kota. Sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.

Bukan hanya empat taman ini saja, Pemkot Pontianak juga berkomitmen terus memperbanyak perpustakaan taman. Termasuk nantinya di Taman Nostalgia, depan Kantor Wali Kota Pontianak. 

Mendukung hal ini, Dinas Perpustakaan Kota Pontianak pun telah menyiapkan enam ribu buku untuk tiga perpustakaan. Perpustakaan di Taman Alun Kapuas mendapat jatah paling banyak, tiga ribu eksemplar. Dua taman lain, Taman Akcaya dan Digulis Untan, masing-masing mendapat dua ribu eksemplar dan seribu eksemplar buku. 

Sejauh ini, koleksi Perpustakaan Kota Pontianak kurang lebih 39 ribu buku dengan lebih dari 17 ribu judul.

Kabid Pengeloaan dan Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan Pontianak, Sintya menjelaskan buku hanya boleh dibaca di tempat. Disediakan pula kursi di bawah gedung perpustakaan untuk membaca. Jika ingin membaca di areal taman, diperbolehkan asal buku atau bacaan lainnya dikembalikan. (ant/bls/and)