27.533 Pelajar Akan Khataman Massal

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 420

27.533 Pelajar Akan Khataman Massal
Ilustrasi
PONTIANAK, SP - Peserta khataman Alquran missal di Kota Pontianak membludak. Hingga saat ini sudah 27.533 peserta yang mendaftar dari target 15.000 pelajar. Hal ini menandakan program membaca Alquran di sekolah berjalan baik. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pontianak, Mulyadi mengatakan hingga saat ini sudah 27.533 peserta khataman Alquran massal yang mendaftar. Mereka merupakan pelajar tingkat SD, SLTP dan SMA sederajat. Jumlah ini melewati target sebelumnya yang hanya 15.000 pelajar.

Selain khataman Alquran yang ditargetkan untuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), Mulyadi juga menargetkan rekor jumlah pokok telok terbanyak bisa terpecahkan di Pontianak.

"Pendaftaran sudah kami tutup sejak Rabu lalu. Kami tak menyangka, antusias peserta bisa melebihi ekspektasi awal yang menargetkan 15 ribuan pelajar," terang Mulyadi, Selasa (10/10).

Dalam acara nanti, jika ditotal dengan guru pendamping kemungkinan, peserta khatam massal bisa bertambah jadi 28 ribuan orang. MTS 2 Pontianak menjadi penyumbang terbanyak dengan jumlah 1.252 pelajar. Sisanya peserta SMA sederajat.

Mulyadi menerangkan meningkatnya jumlah partisipasi peserta menandakan program membaca Alquran di sekolah berjalan baik. Tentu ini hal menarik. Selain berdampak positif, kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya pembinaan karakter anak.

Jumlahnya peserta yang banyak tentu membuat kerja panitia tak gampang. Koordinasi dengan banyak pihak sudah dijalin.

Misalnya dengan Dishub, Polres, Kodim, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kebersihan. Rangkaian agenda Hari Jadi Kota Pontianak ke 246 itu akan digelar di Masjid Raya Mujahidin.

"Satu ruangan Masjid Mujahidin kami pinjam untuk ruang tanggap darurat antisipasi pelajar yang sakit sekaligus dengan mobil ambulance," terangnya.

Saat acara nanti, 70 petugas kebersihan siaga di lokasi. Mantan Kadispora Pontianak ini juga mengingatkan agar kepala sekolah mengawasi anak-anaknya selama acara berlangsung.  Termasuk sendal dan sepatu yang dipakai anak, akan dikoordinir oleh masing-masing sekolah.

Ihwal pemecahan rekor pokok telok, dalam kegiatan itu, total akan ada 2.100 pokok telok yang dibawa pelajar. Angka ini lebih banyak 75 buah dari rekor sebelumnya yang berjumlah 2.025 pokok telok.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Satarudin mengatakan pihaknya mendukung penuh acara ini. Rencana ini pun sudah pernah dibahas bersama. Dia mengingatkan, persiapan harus dilakukan matang, mengingat jumlahnya yang mencapai ribuan.

"Walau pun sebelumnya kita pernah adakan kegiatan dengan peserta ribuan, tapi kali ini yang ikut serta adalah anak-anak. Mereka harus diawasi, diminimalisir hal-hal yang bisa jadi masalah," kata politisi PDI-Perjuangan ini.

Satar menambahkan, kegiatan ini cocok untuk menciptakan Pontianak yang agamis. Dia pun mengajak umat agama se Pontianak ikut serta. Ini merupakan gawai bersama yang bisa jadi tempat belajar.

"Kalau dari agama lain punya kegiatan sama, silakan usulkan, pasti juga akan didukung pemerintah," pungkasnya. (bls/ind)

Komentar