Bau Busuk TPS Rusunawa Untan Hilangkan Selera Makan

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 746

Bau Busuk TPS Rusunawa Untan Hilangkan Selera Makan
SAMPAH - Tampak sampah di TPS Rusunawa Untan Pontianak. Sejumlah mahasiswa mengeluhkan bau busuk dari TPS tersebut.
PONTIANAK, SP - Minimnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Sepakat II, Untan, Kelurahan Bangka Belitung, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, menimbulkan masalah baru.

Akibat tak ada TPS di kawasan tersebut, warga setempat terpaksa membuang sampah mereka di TPS Rusunawa Untan. Padahal, TPS tersebut khusus untuk mahasiswa, bukan masyarakat umum.

“Pernah diprotes oleh mahasiswa, karena sampah itu bau. Bukan berarti masyarakat dilarang buang di situ. Jadi sekarang kita tutup kontainer, khusus hanya untuk mahasiswa. Kalau untuk umum sampah berjubel, jadi kemana-mana," ujar Ketua Pengurus Rusunawa Untan, Saipul, Jumat (13/10).

Tumpukan sampah di TPS Rusunawa saban hari kian bertambah. TPS itu tidak menyediakan ruang yang cukup, lantaran hanya terbatas untuk sampah Rusunawa saja. Kini lingkungan sekitar tercemar bau tak sedap.

“Seputaran jalan milik Untan, Polnep, Paris, Reformasi, tak ada TPS. Masyarakat sini dan yang punya indekos, buangnya di situ semua (TPS Rusunawa). Sampah Rusunawa ini tidak banyak, mahasiswa cewek pun kalau memasak paling banyak bungkus mie instan,” ujarnya.

Saipul meminta Pemkot Pontianak memperhatikan hal ini. Masyarakat sekitar juga diimbau agar tidak membuang sampah seenaknya saja di lokasi Rusunawa.
Satu di antara mahasiswa, Damianus mengaku sangat terganggu dengan TPS yang berlokasi dekat kediamannya. Bau sampah menghilangkan selera makan.

“Sampah penuh tiap hari di situ, tidak dibuang, ganggu kita makan, jadi hilang selera," ujarnya.

Sementara itu, petugas TPS Rusunawa, Supardi menyebutkan banyaknya sampah yang dibuang oleh masyarakat lantaran tak ada pengawasan dari petugas Rusunawa.

Menanggapi persoalan ini, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma mengatakan pihaknya sudah mencari lokasi untuk menambah TPS yang ada di sepanjang Jalan Sepakat II tersebut.

"Namun karena faktor tidak adanya lahan yang bisa dijadikan TPS, membuat TPS yang ada di Rusunawa lokasi satu-satunya," ujarnya.

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Pontianak, Dwi Endah Meinarti menyatakan, sudah ada wacana menambah TPS di lokasi itu.

“Kontainer itu akan ditambah menjadi dua, namun itu masih wacana, karena mau lihat kondisi ke depannya. Karena sarana dan prasarana kita kurang,” ujarnya.

Untuk sementara waktu, agar TPS itu tak mencemari, warga diimbau peduli terhadap lingkungan masing-masing. Teratur membuang sampah sesuai jadwal dan tidak seenaknya.

“ini sebenarnya kembali kesadaran masyarakat dalam mencintai lingkungannya. Dari kami memang kekurangan personil dalam penjagaan setiap TPS, belum lagi adanya TPS yang liar," ungkapnya.

Dia mengatakan, pihaknya memiliki strategi untuk menyiasati sampah yang berserakan. Yakni dengan mengadakan tim penyisir atau mobil berkeliling ke lokasi TPS. Tim ini bertugas membersihkan sampah yang masih berserakan di luar kontainer pada pagi hari.

Sementara, bagi masyarakat yang melanggar peraturan, pihak dinas juga tak segan menerapkan tindakan pidana ringan (tipiring). Ini guna memberikan efek jera bagi warga pelanggar aturan kebersihan.

Aktivis Wahana Lingkungan (WALHI) Kalbar, Hendrikus Adam mengatakan, butuh peran semua pihak untuk menanggulangi persoalan sampah.

Namun di sisi lain dia juga menyoroti Perwa Nomor 6 Tahun 2006, terkait larangan membuang sampah pada jam-jam tertentu yang belum berjalan maksimal.

"Hal itu juga harus dilakukan oleh pembuat kebijakan agar peraturan yang dibuat tidak dikalikan nol oleh masyarakat,” jelasnya. (tin/epa/awa/and)