Tabrakan Maut di Ampera Renggut Nyawa Pelajar SMP

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 929

Tabrakan Maut di Ampera Renggut Nyawa Pelajar SMP
Ilustrasi (SP/Net)
PONTIANAK, SP - Tabrakan maut terjadi di Jalan Ampera Pontianak Kota, Jumat (13/10), sebelum salat Jumat. Kali ini empat orang pelajar MTs Aswajah menjadi korban. Satu di antaranya bernama Hasanudin (13) meninggal dunia.

Keempat pelajar ini merupakan anak panti asuhan Uswatun Hasanah yang berlokasi di Jalan Karya Sosial Pontianak Kota. Menurut saksi mata bernama Totok, tabrakan motor yang dikendarai para pelajar tersebut saling berlawanan arah.

"Satu motor berboncengan tiga orang. Terus yang motor satu lagi sendiri. Mereka tidak pakai helm. Yang parah itu, yang pakai motor sendiri, pakai baju olahraga. Darah keluar dari mulutnya," katanya.

Menurutnya, kendaraan yang digunakan oleh pelajar itu dipacu kencang. Kondisi ja sedang ramai, karena bertepan dengan waktu salat Jumat.

"Saya di warung (pinggir jalan tak jauh dari TKP). Pas tabrakan itu bunyinya keras. Setelah kami lihat, keempatnya sudah terkapar di tengah jalan. Saya ikut mengangkat korban. Yang satunya pakai baju olahraga tidak saya angkat, karena sudah tidak bergerak. Mulutnya keluar darah. Sekarang korban sudah di bawa ke Antonius," ungkapnya.

Bendahara yayasan Panti Asuhan Uswatun Hasanah Hasanuddin, saat dikonfirmasi membenarkan, jika para korban tabrakan merupakan anak-anak yang tinggal di panti asuhan tersebut.

Dia pun membenarkan, satu orang korban bernama Hasanuddin (13) meninggal dunia. Sementata tiga orang lainnya, Prayoga (13), Sapriansyah (13) dan Darma (13), mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit Antonius Pontianak.

"Yang meninggal ini duafa asal Ngabang. Pihak keluarga sudah kita sampaikan kabar duka ini," katanya.

Dia menjelaskan, anak-anak panti yang menjadi korban tabrakan ini, kesehariannya prilakunya baik. Tidak nakal. Mereka aktif dikegiatan keagamaan.

"Hasanudin (korban yang meninggal dunia) sebenarnya sudah pulang sekolah. Namun dia izin sama saya untuk jemput temannya pakai motor. Mereka sekolah di MTs Aswajah," ungkapnya.

Menurutnya, setiap hari, memang anak-anak tersebut rutin diantar jemput, baik pulang maupun pergi ke sekolah. Alasannya, lokasi panti menuju sekolah tersebut lumayan jauh.

"Sebenarnya saya yang jemput, tapi karena Jumat saya tidak sempat. Tapi karena musibah, ya  gimana lagi," ungkapnya.

Dia pun menyayangkan, Kota Pontianak yang masih minim sarana moda transportasi angkutan para siswa. Padahal, hal itu sangat diperlukan.

Wakasat Lantas Polresta Pontianak, AKP Slamet Januari mengatakan, tabrakan antar pelajar tersebut terjadi sekitat pukul 11.30 WIB. "Satu orang bernama Hasanudin meninggal dunia," pungkasnya. (abd/lis)