Langganan SP 2

Jasa Sedot WC Buang Tinja Sembarangan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 374

Jasa Sedot WC Buang Tinja Sembarangan
SEDOT WC - Aktivitas jasa sedot WC di Semarang, beberapa waktu lalu. Di Kota Pontianak, bisnis jasa ini masih terbilang ilegal lantaran belum terdata oleh pemerintah setempat. Bahkan, usaha ini disinyalir buang limbah sembarangan. Antara Foto

Bisnis Nakal Langgar Aturan


Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono 
Silakan laporkan kalau ada jasa sedot WC yang buang limbah di sembarang tempat, karena itu melanggar UU Lingkungan Hidup dan ada hukum pidananya 

PONTIANAK, SP
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Sri Sujiarti memastikan jasa-jasa sedot WC yang ada di Pontianak ilegal. Tak satupun dari mereka terdaftar di pemerintahan. 

Lebih parahnya lagi, dari seluruh jasa sedot WC yang ada ini, tak ada juga yang membuang limbah tinja itu di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA), Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.

"Yang iklan penyedot WC tidak ada izinnya," kata Sri, Minggu (15/10).

Sri secara tegas mengutarakan, jasa ini harus terdaftar di DLH. Hal itu dilakukan sebagai modal pemerintah untuk membina. Bagaimana seharusnya limbah-limbah yang mereka sedot itu dikelola. Selama ini, kuat dugaan pengusaha jasa nakal ini membuang limbah tinja ke parit dan sungai.

"Pernah kami mendengar ada yang buang di saluran Jalan Ampera. Ada nomor platnya, tapi kita cari tidak dapat," katanya.
Pihaknya pun sudah mencoba untuk menelepon, tapi tak pernah berhasil.

"Kalau memang masyarakat ada yang tahu seperti itu, laporkan kepada kita karena mereka tidak membuang di tempatnya," ujarnya.

Pembuangan lumpur tinja sembarangan tentu membahayakan. Apalagi jika tidak diolah lebih dulu. "Kita harap masyarakat Kota Pontianak tidak menggunakan itu, karena sudah kita pastikan mereka tidak buang di IPLT," imbaunya.

Selama ini, hanya penyedot tinja resmi milik DLH yang membuang lumpur tinjanya di IPLT. Itu pun dengan rata-rata pelanggan dari usaha hotel dan rumah sakit yang memang telah menjalin kerja sama. Sekali sedot, biayanya Rp500 ribu.

"Kita menyedot dari hotel dan rumah sakit yang sudah menjalin kerja sama operasional. Sekali penyedotan besarannya Rp500 ribu dan masuk dalam retribusi penyedotan tinja," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono tegas mengatakan bahwa jasa sedot WC ilegal itu melanggar undang-undang. Tak satu pun dari mereka membuang lumpur tinja di IPLT. Sudah pasti, kerja tersebut mencemari lingkungan. 

"Silakan laporkan kalau ada jasa sedot WC yang buang limbah di sembarang tempat, karena itu melanggar UU Lingkungan Hidup dan ada hukum pidananya," tegasnya. 

Dia tidak ingin Kota Pontianak tercemar karena ulah pengusaha nakal. Mereka yang tidak terdaftar, sudah pasti menyulitkan dalam pembinaan. Apalagi jika bakteri coli dalam tinja, menyebar ke pemukiman. Penyakit seperti diare bisa ditimbulkan. 

"Mereka tidak terdaftar kita tidak bisa kontrol, tapi kalau didapat kita bisa laporkan ke aparat," pungkasnya.

Limbah Dibuang di Air 

Terkait bisnis jasa yang dianggap melanggar aturan, Suara Pemred mengonfirmasi sejumlah jasa sedot WC melalui sambungan seluler ke nomor-nomor telepon yang biasa terpampang di pamflet.

Beberapa dari mereka, enggan membeberkan sistem bisnis yang dijalankan. Bahkan tak sedikit yang menolak untuk diwawancarai dengan beragam alasan. 

Namun berdasarkan informasi dari karyawan pemasaran salah satu jasa sedot WC, yang meminta identitasnya dirahasiakan membeberkan, limbah feses yang telah disedot itu dibuang di daerah Siantan. Kendati demikian, dia tak menyebut secara gamblang lokasinya. 

Informasi pembuangan limbah, juga didapat dari pelaku usaha lainnya. Diakui tinja yang sudah disedot dari septic tank konsumen dibuang di air. Namun, pengusaha ini juga tidak menyebutkan lokasinya secara detil.

Dia menyampaikan, omzet per bulan dari hasil sedot WC cukup menjanjikan. Bisa mencapai rata-rata Rp5-Rp10 juta. Dengan tarif Rp350-Rp500 ribu sekali kerja, tergantung jenis septic tank. 

Perusahaan yang melayani jasa sedot WC di beberapa daerah di Kalbar ini, mengaku hanya memiliki satu buah mobil tangki sedot yang melayani panggilan di seluruh Kota Pontianak.

"Kalau untuk pembuangan limbah saya tidak tahu pasti, saya hanya marketing dan tidak pernah menanyakan kepada pekerja di lapangan. Biasanya dibuang di saluran-saluran air," ujarnya. (aan/bls/and)