Debt Collector Dipolisikan Penggelapan Uang Cicilan Konsumen

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 609

Debt Collector Dipolisikan Penggelapan Uang Cicilan Konsumen
Ilustrasi
PONTIANAK, SP - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pontianak Timur menangkap seorang diduga oknum debt collector berinisial Ro, lantaran melarikan uang setoran milik lima orang konsumen, salah satu perusahaan perkreditan yang berada di Kota Pontianak, Senin (16/10) kemarin.

Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Abdul Hafidz mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari laporan seorang konsumen inisial Su, yang telah menyerahkan uang setoran kreditnya.

Namun ternyata, uang setoran itu tidak disampaikan tersangka ke pihak perusahaan perkreditan tersebut. Alhasil, korban pun terus ditagih oleh manajemen perusahaan karena dianggap belum membayar cicilan. 

Korban yang merasa sudah menyetor, lantas mengonfirmasi secara langsung ke kantor pusat perusahaan kredit itu. Setelah dicek, ternyata uang setoran korban tidak pernah disampaikan ke perusahaan. 

Bahkan, ada empat rekening tagihan lainnya juga yang sama sekali tidak disetorkan oleh Ro. Jumlah tagihan lima rekening itu sebanyak Rp2.945.000. 

"Ro sempat dikonfrontir oleh pihak kantornya tentang uang setoran itu. Saat ditanya, pelaku tidak ada kejelasan dan tidak bisa mengembalikan uang seotran itu. Karena itu, yang bersangkutan dilaporkan ke kami guna diproses lebih lanjut," jelasnya, Selasa (17/10).

Dari laporan itu, kata Hafidz, lantas diselidiki. Pelaku pun dijemput di Kampung Dalam Beting untuk diperiksa. 

"Hasil interogasi bahwa benar pelaku telah menerima dana tagihan tersebut dan pelaku mengakui bahwa dana tersebut telah hilang," kata Kapolsek.

Hafidz mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa lebih dalam untuk menelusuri dugaan penggelapan uang setoran kredit milik lima konsumen, yang telah diterima oleh Ro.

"Apabila Ro terbukti melakukan penggelapan uang setoran cicilan kredit milik lima orang konsumen itu, maka akan dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan," pungkasnya. (abd/and)

Komentar