Komisi II Dukung Ekspor Beras ke Malaysia

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 441

Komisi II Dukung Ekspor Beras ke Malaysia
Ilustrasi
PONTIANAK, SP - Pihak legislatif Kalbar, mendukung rencana ekspor beras ke Malaysia yang dalam waktu dekat akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar.

"Prinsipnya, kalau ada kegiatan ekspor, kita sangat mendukung. Artinya bahwa secara potensi, secara produksi berarti kita sudah swasembada mendapat kelebihan produksi dan bisa diekspor," ujar Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Michael Yan, kepada Suara Pemred, kemarin.

Namun dia meminta, agar pemerintah serius sehingga kesepakatan ekspor ini bisa berlanjut untuk ke depannya.

"Tapi, kita harus juga mendalami bahwa kondisi ini jangan sampai bersifat sesaat. Kita berharap bahwa ini betul-betul bisa kontinu dan dipertahankan. Bahkan ditingkatkan tingkat produksinya," sarannya.

Dia mengungkapkan, dari data yang ada dan keterangan dinas terkait, saat ini Kalbar mengalami surplus produksi beras. Supaya ekspor ini dapat berlanjut, sesungguhnya Kalbar telah memiliki modal besar. Di mana dukungan Pemerintah Pusat melalui program cetak sawah yang telah mencapai sekitar 26 ribu hektare di Kalbar.

"Dan setiap tahun masih akan berkelanjutan. Artinya, eksistensi sudah dilakukan. Yang kedua, kita juga sudah meningkatkan kualitas produktivitas kita, dengan pengairan yang baik, pupuk yang baik," jelasnya.

Selain itu, kata dia, legislatif juga turut mendorong agar Kalbar mampu menjadi daerah surplus produksi beras, dengan rancangan Perda yang tengah diusulkan.

"Raperda inisiatif dewan tentang Pengelolaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Aturan ini untuk menjaga lahan-lahan pertanian yang ada agar tidak dialihfungsikan ke yang lain," ujarnya.

Dia menegaskan, jalinan kerja sama ekspor beras oleh Pemprov harus terlebih dulu melihat kondisi lokal. Jangan sampai beras yang diekspor berkualitas baik, akan tetapi masyarakat Kalbar hanya bisa merasakan beras di bawah standar.

"Kita berharap juga, kualitas yang diekspor itu bisa menjadi kualitas secara keseluruhan di Kalbar. Jangan karena kualitas bagus lalu diekspor, nanti yang jelek-jelek malah beredar di masyarakat," harapnya.

Menyangkut produksi jagung yang rencananya juga akan diekspor, pihak legislatif juga menyambut baik. Namun saat ini, kata dia, produksi jagung di Kalbar masih belum mampu untuk menuju ke sana.

"Tapi untuk jagung belum, sehingga program dari pemerintah pusat maupun dinas, masih akan digenjot untuk produksi jagung. Dan kita berharap jagung ini bisa memenuhi kebutuhan di Kalbar, baik untuk konsumsi maupun pakan ternak," pungkasnya. (umr/and)

Komentar