Ribuan Peserta IKut Kirab Budaya

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 432

Ribuan Peserta IKut Kirab Budaya
SAPRAHAN - Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rudi Kamtono makan saprahan bersama warga Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Sabtu (21/10) pagi. Acara ini guna memeriahkan HUT Kota Pontianak ke-246. SP

Meriahkan HUT Kota Pontianak Ke-246


Wali Kota Pontianak, Sutarmidji 
Keberagaman itu, bukan untuk dipertentangkan, tetapi dicari kesamaannya sehingga bisa hidup berdampingan, damai dan sejahtera

PONTIANAK, SP
- Ribuan peserta Kirab Budaya keliling Jalan Gajahmada Pontianak yang diikuti oleh sembilan kelompok masyarakat, ikut memeriahkan HUT Kota Pontianak ke-246.

"Dengan diselenggarakannya Kirab Budaya ini, maka bagaimana dari berbagai etnis masyarakat yang ada di Kota Pontianak untuk saling berinteraksi, sehingga mereka akan saling kenal dan menghargai," kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji seusai melepas peserta Kirab Budaya di Pontianak, Minggu (22/10).

Ia menjelaskan, dengan begitu maka perbedaan etnis tersebut bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk bersama-sama membangun Kota Pontianak agar lebih maju lagi dari saat ini.

"Keberagaman itu, bukan untuk dipertentangkan, tetapi dicari kesamaannya sehingga bisa hidup berdampingan, damai dan sejahtera," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak mengajak semua elemen masyarakat untuk membuat Pontianak "hebat" apalagi saat ini berbagai prestasi yang telah dicapai oleh Pemkot Pontianak sudah diakui di tingkat nasional.

"Pontianak adalah kota dengan tingkat kepatuhan tertinggi dalam pelayanan publik, perizinan tercepat, dan provinsi dengan tata kelola keekonomian terbaik dan lain sebagainya," katanya.

Sehingga berbanggalah, semuanya karena telah menjadi warga Kota Pontianak. "Mari kita semuanya untuk menjaga persatuan, kebersamaan, demi kemajuan bersama," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia menambahkan, meskipun di tahun depan ada Pilkada Serentak, maka dirinya meminta dalam iklim yang kondusif, meskipun di Kalbar dinilai rawan, tetapi yang ditampilkan nalar pikir rasional dalam membangun Kalbar.

Sutarmidji menambahkan, ke depan kegiatan Kirab Budaya tersebut akan digelar di pinggiran Sungai Kapuas Pontianak, sehingga lebih menghidupkan kawasan pinggir Sungai Pontianak.

"Mari kita bersama-sama meletakkan kawasan Sungai Kapuas Pontianak sebagai depannya Kota Pontianak," katanya.

Adapun peserta Kirab Budaya tersebut, dari Paskibra, Duta Kalbar, Persatuan Orang Melayu (POM), Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT), Yayasan Bhakti Suci (YBS), Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat), Yayasan Pemadam Kebakaran Panca Bhakti, Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), dan Paguyuban Jawa. (ant/ind)

Saprahan Kampong Banser Meriah

Sementara itu, warga Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, juga mengadakan acara Saprahan Kampong Banser di sepanjang Gang Bansir 2, Sabtu (21/10) pagi guna memeriahkan HUT Kota Pontianak ke-246.

Warga beserta para tamu undangan yang datang tampak antusias. Mereka menggunakan atribut khas Melayu berupa Tanjak, pakaian Melayu Telok Belanga (pria) dan Baju Kurong (wanita) dalam mengikuti acara yang pelaksanaannya dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono ini. 

Berbagai menu khas makanan Melayu dihidangkan di atas permadani dan karpet yang dijejerkan rapi. Selagi menanti dimulainya acara makan saprahan, warga juga disuguhkan dengan beberapa hiburan seperti orkes musik Melayu, tarian-tarian Melayu dari anak-anak, hingga berbalas pantun antar warga dan tamu undangan.

Ketua panitia yang juga merupakan Ketua RT 03, RW 01 Bansir Laut, Ade Hermanto mengatakan, bahwa acara makan saprahan ini dilaksanakan untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan, dengan duduk makan bersama tanpa membedakan suku, ras, agama dan kedudukan. 

Ia mengungkapkan bahwa panjang deretan acara makan Saprahan Kampong Banser ini mencapai 210 meter dengan peserta mencapai 750 orang, sementara pada tahun sebelumnya (2016) sepanjang 165 meter.

"Tahun ini 210 meter, pesertanya 750 orang. Di tahun lalu 165 meter," ujarnya.

Panitia pelaksana acara ini, merupakan warga RT 03, RW 01 yang juga dibantu oleh 4 RT lainnya dalam RW 01, Kelurahan Bansir Laut. 

"Mereka saling mendukung, ada yang mendukung tenaga, ada yang mendukung material dan ada juga yang mendukung ide-ide. Yang masak itu murni dari warga RT 03, jadi di sini (Gang Bansir 2) sentralnya, jadi setiap rumah kita tentukan  masak dan jenis makanannya," tambahnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan bahwa Saprahan Kampong Banser ini merupakan tahun ketiga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kota Pontianak. Saprahan merupakan budaya Melayu dalam menyambut dan menghormati tamu yang diiringi dengan kegiatan kesenian budaya dan pakaian khas Melayu.

"Tentunya harapan kita dengan kegiatan ini bisa meningkatkan silaturahim, melestarikan serta mengangkat budaya-budaya khas Melayu yang selama ini sudah kita rasakan semakin berkurang. Oleh sebab itu saya mengajak semua untuk tahun depan diadakan inovasi lagi. Kita akan coba ciptakan rekor MURI saprahan terpanjang dan ada kegiatan lainnya. Intinya bagaimana kegiatan ini menjadi momentum untuk masyarakat mengapresiasikan budaya khas Melayu," tambahnya. 

Edi yakin, ke depan jika acara ini dikemas secara baik dan terorganisir, maka kemungkinan bisa mendatangkan pertumbuhan ekonomi kreatif, dan masyarakat luar bisa datang dengan kuota khusus yang disediakan agar wisatawan bisa turut makan saprahan bersama. (aan/ind)