Pilgub 2018, Gerindra Dukung Karol dengan Syarat

Ponticity

Editor Tajil Atifin Dibaca : 700

Pilgub 2018, Gerindra Dukung Karol dengan Syarat
JUMPA PERS - Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar, Suriansyah, memberikan penjelasan tentang dukungan DPP Partai Gerindra Pusat kepada Karolin Margret Natasa, untuk Pilgub Kalbar 2018, saat jumpa pers di Kantor DPD Partai Gerindra Kalbar, Jalan Reformasi, Pon
PONTIANAK, SP - DPP Partai Gerindra, telah menetapkan dukungannya kepada Karolin Margret Natasa, putri Gubernur Kalbar Cornelis, untuk maju di Pilgub Kalbar 2018.  

Hal ini diungkapkan Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar, Suriansyah, saat menggelar jumpa pers di Pontianak, Rabu (25/10).  

"Sesuai surat dari DPP Partai Gerindra tertanggal 23 Oktober 2017, Partai Gerindra sudah menetapkan untuk mengusung saudari Karolin Margret Natasa sebagai calon gubernur Kalbar," katanya di Kantor DPD Partai Gerindra Kalbar, Jalan Reformasi, Kota Pontianak.   Dukungan ini bukan tanpa syarat. Partai Gerindra mewajibkan calon yang diusungnya untuk melengkapi jumlah kursi yang telah disyaratkan oleh KPU, yakni minimal 13 kursi atau 25 persen suara di DPRD provinsi.   Saat ini, Gerindra Kalbar memiliki tujuh kursi di dewan provinsi.   "Calon gubernur yang diusung Partai Gerindra, berkewajiban untuk menetapkan atau mencari, melengkapi dukungan atau usungan dari partai lainnya," katanya.   Suriansyah melanjutkan, Gerindra memberikan batas waktu bagi Karol selama sebulan untuk mengumpulkan dukungan kursi dari partai lainnya dan menetapkan siapa yang akan mendampinginya di Pilgub 2018.   "Kepada calon gubernur, diberikan kesempatan selama satu bulan untuk bisa melengkapi partai koalisi dan menetapkan calon wakil gubernur," terangnya.   Menyangkut alasan dukungan yang diberikan, Suriansyah menjelaskan, bahwa Karolin memiliki potensi menang yang sangat besar di Pilgub Kalbar 2018.   "Tentu kami ingin menang. Untuk menang, harus punya sumber daya," ujarnya.   Sumber daya yang pertama, harus punya sumber daya dana yang mencukupi, berdasarkan hasil komunikasi. Kemudian punya massa yang jelas.  

"Kemudian dia punya perolehan suara pada saat Pileg tahun 2014 yang sangat baik. Lalu berdasarkan hasil survei, mempunyai elektabilitas cukup tinggi dibanding calon yang lain," terangnya.  

Semula, muncul satu nama dari Gerindra yang digadang-gadang bakal menjadi pendamping Karol. Namun, kata Suriansyah, Ketum DPP telah menginstruksikan bahwa di internal Partai Gerindra dilakukan penjaringan secara terbuka dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat Kalbar.  

"Untuk itu, Partai Gerindra sudah menetapkan dan menunjuk Lingkaran Survei Indonesia (LSI) untuk melakukan survei menjajaki elektabilitas calon yang akan diusung bersama Karolin," jelasnya.  

Internal Partai Gerindra Kalbar, telah memunculkan tiga nama bakal calon wakil gubernur untuk menjadi pasangan Karol, yang kemudian akan disurvei.  

"Antara lain saya sendiri, Suriansyah. Kemudian saudara Edi Rusdi Kamtono. Kemudian saudara Askiman," sebutnya.  

Terkait usungan ini, sebelumnya terungkap pernyataan konfrontatif dari Wakil Ketum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono di salah satu media online. Dia menyatakan, dukungan DPP Partai Gerindra kepada Karolin yang disampaikan Suriansyah adalah bohong.
 

Mengenai hal itu, Suriansyah menampik jika dukungan DPP Partai Gerindra kepada Karolin bohong. Dia mengungkapkan, surat dukungan telah ditandangani oleh orang nomor satu dan dua di Partai Gerindra Pusat.  

"Ditandatangani oleh Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani," tegasnya.   Bahkan, sambung dia, Gerindra telah menghubungi Karol dan yang bersangkutan telah menerima surat dukungan tersebut.  

"Bu Karol yang menerima langsung surat tersebut," ungkapnya.  

Dia kembali menegaskan, dukungan Gerindra kepada Karol ini telah final.  

"Sudah final sepanjang Karol bisa memenuhi koalisi partai dan mengajukan calon wakil gubernur yang disetujui bersama oleh koalisi partai-partai," katanya.  

Saat dikonfirmasi surat dukungan, Suriansyah mengatakan, dirinya belum bisa menunjukkan surat tersebut.  

"Saya tidak diberi kewenangan untuk menyampaikan atau memperlihatkannya. Karena itu bersifat rahasia," katanya.  

Dia menegaskan, jika DPP telah mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Karol sebagai calon gubernur, maka setiap kader Partai Gerindra wajib mengamankan, mendukung dan memenangkan.  

"Apabila tidak, maka akan dikenakan sanksi peraturan organisasi," tegasnya. (umr/aan/and)