Suhadi Tuai Pujian dari Sahabat

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 321

Suhadi Tuai Pujian dari Sahabat
BERSAHABAT - Suhadi Suwondo tengah bersama para sahabatnya, kemarin. Di mata para sahabat, Suhadi dinilai sebagai sosok yang bersahabat. Ist
PONTIANAK, SP - Sosok Suhadi Suwondo, memang dikenal dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Ini karena sifatnya yang akrab dan menjunjung tinggi sebuah pertemanan.

Hal ini seperti yang dirasakan oleh seorang mantan Senior Security Bank Mandiri yang sudah pensiun enam tahun lalu, Hasyim. Warga Jalan Nirbaya, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan ini, mengenal sosok Suhadi sebagai pribadi yang ramah sudah cukup lama. 

Menurutnya, Suhadi waktu bertugas sebagai polisi, memang ramah dan mau bergaul dengan siapa saja. Jika berteman tidak memilih apakah orang kaya, pejabat atau petani, pedagang dan sebagainya. Semua dijadikan teman.

"Ketika saya ketemu yang bersangkutan di Jalan Tebu, dia langsung menyapa sambil menyalami dan menanyakan tinggal di mana, berapa putra-putri saya. Sudah bekerja belum yang penting semuanya sehat kata Suhadi," ujarnya.

Keramahan bakal calon wali kota ini juga dirasakan oleh Ahmad, sahabat lama Suhadi ketika masih aktif di kepolisian.

Sopir truk jurusan Pontianak-Sintang, mengangkut Sembako untuk kebutuhan warga Sintang ini mengaku, tidak banyak yang berubah dari Suhadi kini. Penampilannya tidak dibuat-buat dan tidak mengada-ada.

"Saya sering melihat sosoknya sering tampil di televisi dan sering masuk koran, saya bilang istri kalau yang sering muncul itu sahabat lama saya. Istri saya bilang, apa dia mau kenal saya. Lalu saya bilang, insyaallah Suhadi orangnya tidak sombong, gampang bergaul," katanya.

Ahmad kian terpukau dengan Suhadi, ketika suatu waktu bertemu persis di depan rumahnya. Betapa kagetnya dia, ketika Suhadi masih begitu mengenalnya meski sudah lama tak bertemu. Terakhir 30 tahun lalu.

"Itulah sosok Suhadi. Kita doakan semoga yang bersangkutan bisa memimpin Kota Pontianak," ujar Ahmad.

Suhadi sendiri merasa heran sudah sekian lama, sejak 30 tahun lebih tidak pernah bertemu dengan Ahmad, hari ini dipertemukan. Dia pun berharap pertemuan silaturahmi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi perlu adanya kesinambungan. 

Perkenalan dengan sahabat lamanya ini, ketika keduanya masih muda. Bagi Suhadi, Ahmad adalah seorang pekerja yang gigih berjuang untuk membesarkan putra-putrinya yang berjumlah delapan orang, semuanya sudah dewasa. 

"Yang paling besar sebagai pemborong, ada juga yang jadi pengusaha kue kering dijual ke swalayan," ujar Suhadi.

Kegigihan Ahmad, menuai pujian Suhadi. Meski putra-putri meminta Ahmad untuk beristirahat di hari tua, namun tetap saja dia lebih memilih tetap beraktivitas. 

Berkat kegigihan itu, sahabat yang terakhir kali dia temui 1987 silam, kini sudah menjadi bos kue kering cukup terkenal di Kota Pontianak.

"Saya bangga mempunyai sahabat seperti Pak Suhadi. Yang sering tampil di televisi maupun di koran-koran. Hampir semua orang Pontianak mengenalnya," kata Ahmad. (*/and)

Komentar